BNN Jalin Kerjasama 17 Perguruan Tinggi Sulut

by

Jakarta, Garut News ( Senin, 25/11 ).

Ilustrasi. (Foto : John).
Ilustrasi. (Foto : John).

Badan Narkotika Nasional (BNN) selenggarakan Penandatanganan Nota Kesepahaman  dengan 17 Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara, Senin (25/11).

Penandatanganan tersebut, dilakukan Kepala BNN, Anang Iskandar, dan 17 pejabat perguruan tinggi di Sulawesi Utara.

MoU berlangsung pada Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara, Pa’Dior, Minahasa.

Kepala BNN juga mengunjungi Museum Wale Anti Narkoba, merupakan Museum Anti Narkoba pertama di Indonesia.

Sedangkan ruang lingkup Nota Kesepahaman disepakati terdiri;

  1. Pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penyebarluasan informasi melalui beberapa media informasi dan pembentukan kader anti narkoba di lingkungan masing-masing kampus.
  2. Menyelenggarakan tes urine di lingkungan kampus.
  3. Berupaya menciptakan lingkungan kampus bebas dari penyalahgunaan Narkoba.
  4. Memberikan pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pada para penyalahguna Narkoba di lingkungan pendidikan dengan memberikan pembekalan tentang konseling adiksi, terapi psikososial, dan permasalahan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, serta pembentukan CBU berbasis pendidikan.

Gagasan awal dibangun kerja sama antara BNN dengan 17 (tujuh belas) perguruan tinggi di Sulawesi Utara, melihat realita kondisi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Utara tergolong tinggi.

Jurnal Data Pencegahan, dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menunjukkan, sepanjang 2012 terjadi 1.022 kasus penyalahgunaan Narkoba.

Sedangkan angka prevalensi penyalah guna Narkoba di Sulawesi Utara mencapai 2,1 %, atawa sekitar 36.307 orang dari 1.728.900 penduduk Sulawesi Utara (data tahun 2011).

Angka ini dikhawatirkan terus meningkat jika tak ada penanganan serius pemerintah maupun masyarakat.

Hal lain menjadi perhatian, masih minimnya tempat rehabilitasi dimiliki pemerintah maupun swasta menampung jumlah penyalahguna Narkoba di Indonesia.

Saat ini, BNN baru memiliki tiga Balai Besar Rehabilitasi terletak di Lido, Jawa Barat, Tanah Merah, Kalimantan Timur, dan Badokka, Sulawesi Selatan.

Balai Rehabilitasi tersebut hanya mampu menampung 18.000 penyalahguna atawa 0,42 % dari total penyalahguna Narkoba di Indonesia.

Selebihnya dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat turut memberikan pelayanan Rhabilitasi bagi korban penyalahguna Narkoba.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, diharapkan peran aktif perguruan tinggi dalam pendidikan generasi Indonesia dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman ini, wujud kebulatan tekad dan komitmen bersama mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 12/2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN 2011 – 2015.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada garut News, Senin (25/11).

***** John.