You are here
BNN Gencar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Narkoba POLKAM 

BNN Gencar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Narkoba

Jakarta, Garut News ( Rabu, 18/09 ).

Ilustrasi Seksi Pencegahan BNNK Garut Bina Generasi Muda. (Foto : John).
Ilustrasi Seksi Pencegahan BNNK Garut Bina Generasi Muda. (Foto : John).

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika UNTUK KE-23 KALINYA SEPANJANG 2013, dari 1.448,2 gram sabu disita BB, 1.427,7 gram di antaranya dimusnahkan dan 20,5 gram sabu disisihkan kepentingan laboratorium, dan pembuktian perkara di persidangan.

Narkotika jenis sabu disita BNN ini, hasil pengungkapan dua kasus berbeda, yaitu

I.        LAPORAN KASUS NARKOTIKA NOMOR : LKN/125-intd/VIIi/2013/BNN

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya sebuah paket mencurigakan dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) dengan pengirim berinisial v beralamat Jl. Komyos Sud No. 12 B, Pontianak dan ditujukan kepada HE di Perumahan Sukolilo Dian Regency Makmur, Surabaya.

Petugas BNN kemudian melakukan controlled delivery dan mengamankan penerima paket tersebut, yaitu SS beserta rekannya LW dengan barang bukti paket berisi toples KACA, di dalam toples tersebut terdapat lima buah plastik berisi 472,2 gram sabu kristal.

II.        LAPORAN KASUS NARKOTIKA NOMOR : LKN/126 & 127-INTD/VIII/2013/BNN

BNN bekerjasama Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan UPAYA PENYELUNDUPAN 976 GRAM SABU DISEMBUNYIKAN DI DALAM lapisan bawah sandal, DILAKUKAN dua pria berkewarganegaraan India.

Tersangka berinisial RVK dan BSK ditangkap di terminal kedatangan 2d Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, di hari berbeda. rvk diamankan pada 30 agustus 2013 dengan barang bukti 478 gram sabu, sedangkan bsk diamankan pada 1 september 2013 dengan barang bukti 498 gram sabu.

Keduanya datang dari india menggunakan singapore airlines menggunakan modus sama, menyembunyikan sabu di dalam lapisan bawah sandal.

Mereka mengaku diperintah seseorang berada di India.

Sesuai Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132     ayat (1), dengan ancaman hukuman MAKSIMAL pidana mati ATAU pidana penjara seumur hidup.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Rabu (18/09).

******* John.

Related posts

Leave a Comment