BLK Garut Memprogramkan Penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Disabilitas

0
55 views
Uus R. Maulana, S.IP.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 21/08 – 2017 ).

Uus R. Maulana, S.IP.
Uus R. Maulana, S.IP.

“Unit Pelaksana Teknis Balai Latihat Kerja (UPT  BLK) pada “Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi” (Disnakertrans) Kabupaten Garut, memprogramkan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi kalangan “disabilitas”, di antaranya para penderita tuna rungu di kabupaten setempat.

Kepala UPT  BLK, Uus R. Maulana, S.IP katakan penyelenggaraan pelatihan keterampilan menjahit tersebut diagendakan berlangsung sejak 4 September 2017 selama 40 hingga 45 hari diikuti 16 peserta, empat di antaranya peserta laki-laki.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (21/08-2017), juga mengemukakan pelatihan keterampilan itu pun dimaksudkan bisa segera memenuhi ketentuan pengalokasian satu persen tenaga kerja disabilitas atau sekitar 60 tenaga kerja dari total seluruh 6.642 tenaga kerja pabrik sepatu milik PT Chang Shin di wilayah Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat.

Uus R. Maulana Saat Awasi Pelatihan Keterampilan Menjahit Bahan Baku Sepatu Berkualitas Ekspor, di BLK Garut.
Uus R. Maulana Saat Awasi Pelatihan Keterampilan Menjahit Bahan Baku Sepatu Berkualitas Ekspor, di BLK Garut.

Sedangkan hingga kini baru terpenuhi 28 tenaga kerja disabilitas, sehingga secara bertahap segera dilaksanakan pelatihan keterampilan menjahit bagi 16 disabilitas ini.

Dijelaskan Uus R. Maulana, penyelengaraan pelatihan yang diagendakan bisa dimulai 4 September 2017 tersebut, diperuntukan pula bagi program dua paket peserta berkondisi normal dengan 32 peserta berjenis keterampilan menjahit baju, maupun garmen.

Sedangkan tiga paket berikutnya yang berlangsung pada rentang waktu bersamaan, terdiri pelatihan keterampilan sepeda motor dengan 16 peserta, kemudian las listrik (16 peserta), dan pelatihan audio visual dengan 16 peserta pula.

Sehingga total peserta pelatihan enam paket seluruhnya 96 calon tenaga kerja, mereka disyaratkan minimal lulusan SMP atau sederajat, bersumber dana pelatihan kerja dari APBN 2017.

UPT BLK Garut, juga mendesak bisa segera memenuhi kebutuhan pembangunan aula, serta mes atau rumah singgah minimal berkapasitas 16 orang, sehingga diusulkan pada rencana kerja 2017 ini.

Sedangkan sejak 2016 lalu hingga kini, UPT BLK tersebut berhasil menyelenggarakan ragam jenis pelatihan keterampilan bagi sedikitnya 100 an calon tenaga kerja.

 

*******