Bisa Memanen Padi Meski Diranggas Kemarau Panjang

0
130 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News, Senin (26/10 – 2015 ).

Buruh Tani Bersarapan Pagi Sebelum Memanen Padi.
Buruh Tani Bersarapan Pagi Sebelum Memanen Padi.

Lantaran masih terbilang bagus pasokan air pada jaringan irigasi desa di salah satu wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.

Menjadikan kalangan petani setempat bisa memanen sebagian besar produk areal persawahannya.

Padahal selama ini diranggas kemarau panjang.

Kendati terdapat pula tanaman padi yang puso akibat tak mendapatkan bagian pasokan air, namun sebagian besar bisa dipanen dengan baik, pada Senin (26/10-2015) pagi.

“Garut Utara Kering-kerontang”

Nikmati Bekal yang Dibawa dari Rumah.
Nikmati Bekal yang Dibawa dari Rumah.

Dalam pada itu, fenomena kekeringan yang semakin luas meranggas wilayah Garut Utara, antara lain di Kecamatan Cibatu.

Sebab saban tahun, wilayah kecamatan itu senantiasa dilanda kasus kekeringan, karena upaya penanggulangannya selama ini sangat mengesankan hanya sesaat maupun “tabrak lari”.

Dari sekitar 21.825 Kepala Keluarga (KK) atawa 73.201 penduduk wilayah Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat, kini terdapat sedikitnya 65.901 penduduk juga dilanda krisis air bersih.

Lantaran selama inipun semakin didera dampak kemarau.

Mulai Memanen, Senin (26/10-2015), di Tarogong Kidul.
Mulai Memanen, Senin (26/10-2015), di Tarogong Kidul.

Sehingga banyak di antara mereka terpaksa “kerap” memanfaatkan bahkan kerap mengonsumsi air Sungai Cimanuk, padahal kondisinya juga keruh bahkan kotor.

Sedangkan sekitar 7.300 an penduduk lainnya, kendati bisa mengonsumsi air langganan PDAM, namun acap hanya bisa mengalir sebesar ekor tikus, ungkap warga setempat termasuk Harun(65) kepada Garut News.

Sedikitnya pula 65.901 penduduknya kini dilanda krisis air bersih itu, tersebar pada seluruh 11 desa atawa 40 lingkungan RW.

aa36Malahan krisis air bersih tersebut, juga termasuk mendera 5.004 KK atawa sekitar 20 ribu penduduk miskin, mereka seluruhnya tersebar pada wilayah seluas 3.516,486 hektare.

Masing-masing di Desa Cibatu, Mekarsari, Cibunar, Sindangsuka, Kertajaya, Sukalilah, Padasuka, Karyamukti, Girimukti, Keresek, serta pada Desa Wanakerta.

Pengeboran Sedalam 90 Meter Tak membuahkan Hasil. Kekeringan kemarau ini, meranggas
merata pada setiap seluruh 11 desanya.

Memikul Hasil Panen.
Memikul Hasil Panen.

Maka pemilik serta penggarap areal persawahan dan kebun, terpaksa masih hanya berharap sumber air dari tadah hujan.

Memang terdapat pasokan bantuan air bersih dari tanki PDAM, namun ternyata masih belum sepenuhnya bisa menjadi jaminan bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari hari.

Karena itu, masyarakat sangat mengharapkan terdapat penambahan pasokan bantuan air bersih secara intens.

Sebab dampak kekeringan itu, terindikasi bisa menimbulkan keresahan masyarakat yang juga bisa semakin meluas.

Membawa Hasil Panen.
Membawa Hasil Panen.
Tanaman Padi Puso Akibat Tak Mendapatkan Pasokan Air.
Tanaman Padi Puso Akibat Tak Mendapatkan Pasokan Air.

 

Sehingga kian mendesak kudu segera diantisipasi sedini mungkin. Termasuk penanggulangan pemenuhan kebutuhan air pada areal persawahan, hanya bisa dipasok dari Sungai Cimanuk melalui jaringan irigasi Leuwigoong, yang hingga kini masih belum tuntas seluruhnya dikerjakan.

Sebab sangat sulit jika hanya dipenuhi dari produk pengeboran air bawah permukaan tanah, yang pernah diuji coba di Kampung Pulo Desa Sindang Suka.

Meski dilakukan pengeboran sedalam 90 meter, tetapi tak membuahkan hasil.

 

******

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here