Biopori Bisa Selamatkan Intensitas Kondisi Resapan Air

by

Garut News, ( Selasa, 01/10 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Kian merebak-maraknya aktivitas pembangunan, diperparah kurang bahkan tak terpeliharanya kelestarian alam lingkungan.

Berakibat intensitas resapan air cenderung semakin berkurang.

Menjaga, dan memelihara keberadaan zona resapan air, maka Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, menyosialisasikan gerakan sejuta lubang biopori di Kabupaten Garut, Jabar.

Kampanye sejuta lubang ini, berlangsung Sabtu-Minggu (28-29/9/2013).

Pada sejumlah titik lokasi kawasan Kecamatan Samarang.

Ketua BEM FTIP Unpad, Asep Karnida, katakan rangkaian kegiatan tersebut juga dibagikan sedikitnya 20 perangkat pengebor pembuatan biopori.

Peralatan tersebut, di antaranya dibagikan pada 13 SD pada 10 titik lokasi wilayah di Kecamatan Samarang, katanya.

Disajikan pula pelatihan terhadap para guru, mengenai bagaimana cara membuat, dan memelihara biopori.

“Agar anak didik mengerti pemeliharaan lingkungan, di antaranya melalui pembuatan biopori,” imbuh Asep di Desa Sukalaksana, Samarang, Sabtu (28/09).

Dikemukakan, kendati berjuluk gerakan sejuta biopori, tetapi perhelatan dua hari ini berupa kampanye, dan pelatihan.

Sehingga diharapkan penduduk pun bisa membuat lubang biopori lebih banyak, sekaligus menyosialisasikan lebih luas bagi masyarakat lainnya.

Dikatakan, biopori salah satu upaya menjaga lingkungan supaya terhindar dampak bencana alam, berupa banjir, dan sekaligus dapat menambah cadangan air tanah.

Pembuatan biopori pada beberapa titik tertentu, memberikan dampak agar air hujan mudah terserap ke dalam tanah.

Dia berpendapat, pembuatan biopori di daerah dataran tinggi wilayah Kabupaten Garut juga, dinilai sangat penting menjaga ketersediaan air, dan memudahkan air hujan terserap ke dalam tanah.

Program sejuta biopori, bukan hanya di Kabupaten Garut, melainkan dilaksanakan pada beberapa daerah lain di Provinsi Jawa Barat.

Diingatkan,  fungsi biopori memaksimalkan penyerapan air ke dalam tanah, sekaligus menyuburkan tanah lantaran menghasilkan pupuk organik.

Selama ini, meski memiliki terdiri banyak lahan terbuka hijau berupa kebun sayuran, tetapi tingkat penyerapan air di wilayah Kecamatan Samarang dinilai masih kurang.

Air terus dialirkan ke kawasan hilir lahan pertanian.

Padahal, resapan air di kawasan ini pun terganggu semakin banyak­nya permukiman penduduk.

Kembali dikemukakan, jika penduduk Desa Sukalaksana menyukseskan program sejuta biopori ini, maka mereka diundang menyajikan kuliah umum di kampus Unpad.

Sehingga, kegiatan masyarakat menjaga lingkungan ini, dipastikan bisa menginspirasi penduduk lainnya.

***** Pelbagai Sumber.