Bina Marga Garut Peroleh Alokasi Anggaran “Cekak”

by

Garut News ( Selasa, 22/04 – 2014 ).

Rapat Paripurna DPRD Garut, Antara Lain Bahas RPJMD, Selasa (22/04-2014). Foto: John Doddy Hidayat.
Rapat Paripurna DPRD Garut, Antara Lain Bahas RPJMD, Selasa (22/04-2014). Foto: John Doddy Hidayat.

Intensitas kerusakan lintasan ruas badan jalan di Kabupaten Garut kian parah. Terutama pada ruas-ruas wilayah selatan.

Bahkan, sejumlah ruas badan jalan perkotaan meski sempat diperbaiki akhir Juli 2013, kini kembali rusak.

Di antaranya pada ruas Jalan Proklamasi, Jalan Merdeka, dan Jalan Terusan Merdeka.

Diperkirakan kerusakan bisa semakin parah, lantaran hujan masih kerap turun hingga kini.

Terlebih, Dinas Binamarga setempat merencanakan pelaksanaan perbaikan jalan pada akhir triwulan dua, sebab musim hujan diperkirakan berakhir.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Perbaikan jalan itu pun hanya sebatas tambal sulam beranggaran seadanya.

Sehingga harapan masyarakat pengguna jasa jalan bisa menikmati kondisi jalan baik di Kabupaten Garut pada 2014 ini, jauh panggang dari api.

Itu diakui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga, Eded Komara.

“Alokasi dana tersedia tak mungkin perbaikan total jalan melainkan sekitar 250-350 kilometer dari total panjang jalan. Itu pun sebatas tambal sulam,” katanya didampingi Kabid Pemeliharaan Guriansyah, Selasa (22/04-2014).

Menurut Guriansyah, anggaran dialokasikan pemeliharaan rutin jalan kabupaten 2014 hanya Rp6 miliar, terdiri Rp1,9 miliar pemeliharaan saluran drainase, bahu jalan sepanjang 252,85 kilometer, dan pemeliharaan perkerasan Rp4,1 miliar sepanjang 234,93 kilometer.

Padahal total panjang jalan mencapai 828,80 kilometer.

Sehingga pemeliharaan total ruas jalan kabupaten tersebut dibutuhkan anggaran berkisar Rp200 miliar-300 miliar setiap tahun.

Dari total panjang jalan kabupaten mencapai 828,80 kilometer, sepanjang 294 kilometer di antaranya rusak, 188 kilometer rusak sedang, dan 346 kilometer terbilang baik.

Kerusakan paling parah terutama terdapat di wilayah selatan Kabupaten Garut.

Sedangkan penyebab kerusakan jalan lantaran sejumlah faktor.

Antara lain rendahnya kualitas pelaksanaan pengerjaan pembuatan jalan, sistem drainase amburadul, dan tonase jalan tak sesuai kapasitas kendaraan melintas.

“Faktor-faktor ini dapat memercepat kerusakan jalan. Termasuk tingginya curah hujan menimpa jalan. Apalagi hujan sekarang terdapat hujan asam. Kebiasaan masyarakat juga berpotensi memercepat kerusakan jalan. Seperti kebiasaan mencuci pakai deterjen di pinggir jalan terjadi genangan air pada badan jalan,” katanya.

******

Noel, JDH.