Berwisata Edukasi Juga Halal di Kebun Jeruk Garut

0
268 views
Berwisata Edukasi dan Halal di Kebun Jeruk Garut.

Garut News ( Sabtu, 25/08 – 2018 ).

Berwisata Edukasi dan Halal di Kebun Jeruk Garut.

Foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu (25/08-2018), memotret sedikitnya 1.500 pohon jeruk yang terhampar pada areal seluas 1,5 hektare di Kampung Bongkor Desa Cintarakyat Kecamatan Samarang Garut, Jawa Barat.

“Kebun wisata, dan edukasi berlokasi delapan kilometer dari arah selatan pusat Kota Garut ini. Bervarietas Keprok 55, Siem, Cokun, serta varietas Jeruk Batu 55,” ungkap pemilik maupun pengelolanya, H. Asep.

Enak Dikonsumsi dan Perlu.

Ayah tujuh anak itu juga katakan, seluruh tanamannya masing-masing berusia empat tahun, 39 bulan, 2,5 tahun, serta terdapat 300 pohon di antaranya masih berusia enam bulan.

Sedangkan mulai berbuah pada usia berkisar 1,5 – 2 tahun, dengan total investasi mencapai Rp700 jutaan termasuk nilai aset tanah, hingga kini produk pemasarannya bernilai Rp100 juta yang digulirkan pada pengembangan usaha agro wisata tersebut.

Bersih dan Hygiene.

Kepala Seksi Buah Buahan pada Dinas Pertanian kabupaten setempat, Rieza Fauzani, SP, MT mengemukakan pula, Kebun wisata dan edukasi ini berkeunggulan berbuah sepanjang tahun, rasa serta tampilan produktivitasnya pun bagus.

Bahkan bertata letak kebun sangat ideal, yang ditunjang tata laksana pengelolaannya oleh oleh putra pemilik kebun, Dadan (Lulusan Budidaya Faperta UNPAD).

Kembalikan Kejayaan Jeruk Garut.

Dalam pada itu, Jeruk Garut atau Citrus nobilis Lour bergenus Citrus dari spesies Citrus nobilis Lour, sejak 1999 ditetapkan  sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional bernama Jeruk Keprok Garut I.

Menunjukkan jeruk tersebut, merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan nasional yang “kudu” terus dipertahankan, dan ditingkatkan kualitas atawa kuantitas produktivitasnya.

Inilah Produktivitas Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, dan Kerja Tuntas.

Bahkan berdasar Perda No. 9/1981, jeruk dijadikan komponen penyusun lambang daerah Kabupaten Garut. Selain sebagai buah ciri khas, juga merupakan komoditas sub-sektor pertanian tanaman pangan memiliki prospek cerah bernilai ekonomis tinggi.

Lantaran memiliki pula keunggulan komparatif, dan kompetitifnya serta ada peluang masih terbuka luas. Dengan ragam usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, dipastikan bisa bersaing dengan produk sejenis.

Investasinya memberikan nilai tambah ekonomis. Studi kelayakan pada 1997 menunjukkan, tanaman jeruk seluas satu hektare (sekitar 500 pohon) memberi gambaran keuntungan riil tahun keempat sekitar Rp 39.966.000,00

Kebun Jeruk.

Ketika masa jayanya, penghasil Jeruk Garut terbaik Cigadog, Wanaraja kini masuk wilayah Kecamatan Sucinaraja. Tetapi sempat musnah saat diselimuti abu letusan Gunungapi Galunggung berketebalan mencapai lebih satu meter.

Sekretaris Dinas Pertanian Ir Beni Yoga, MP menyatakan dari 652 hektare total tanaman jeruk di kabupatennya, milik sekitar 1.304 kepala keluarga petani. Setiap tahunnya bisa memproduksi 300.000 ton jeruk.

Bisa Menembus Konsumen di Hotel Berbintang Lima.

Antara lain terdiri jenis jeruk Siem, Garut, dan jeruk Konde, bahkan kini memasuki tahun keempat penanaman 700 pohon jeruk Thailand yang mulai belajar berbuah, ungkapnya belum lama ini.

Kepada Garut News dia katakan, produksi 300.000 ton per tahun itu, masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan prosfektifnya peluang pasar mata dagangan, atau komoditi tersebut.

Ir Beni Yoga, MP.

Sehingga, selama ini pemasarannya masih sebatas memenuhi kebutuhan pasar lokal, kata Beni Yoga.

**********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.