Bersamaan Semarak Hari Ibu, Ny. Ade Kehilangan Rumahnya

0
14 views
Kobaran Api Meranggas Bangunan Rumah Beserta Seluruh Isinya.
Sepeda Motor pun Tak Sempat Diselamatkan.

“Terpaksa Sekeluarga Lakukan Pengungsian” 

Garut News ( Ahad, 22/12 – 2019 ).

Bersamaan dengan merebak-maraknya semarak peringatan Hari Ibu 2019 ini, justru Ny. Ade dirundung duka nestapa. Lantaran rumahnya nyaris rata dengan tanah akibat diranggas kobaran api, Ahad (22/12-2019), sekitar Pukul 11.00 WIB.

Sehingga ‘ibu’ rumahtangga tersebut, bersama seluruh anggota keluarga terpaksa melakukan pengungsian, sebab juga diperparah kondisi traumatis sempat menyaksikan jilatan lidah api menerjang pula ragam barang seisi rumah.

Upaya Pemadaman Kobaran Api.

Api yang bersumber dari tungku dapur itu, memporak-porandakan rumah milik Ade (60), Ade pun sempat mengaku hanya berprofesi sebagai pekerja bangunan, dia lebih banyak merenungi kondisi rumahnya yang kini menjadi morat-marit.

Pemadaman Dari Atap Rumah Tetangga Korban.

Serta hanya lebih banyak menundukan kepala sambil duduk bersimpuh lesu di sela serambi rumah tetangganya, sedangkan ukuran rumah beserta ragam harta benda yang terbakar sementara tak kuasa membayangkannya.

Udara Panas Berasap Tebal Sulitkan Petugas Damkar.

“Api dari tungku dapur, seluruh anggota keluarga mengungsi,” hanya itu pula desahnya kepada Garut News.

Aliran Arus Listrik Diduga Lambat Dimatikan PLN.

Sedangkan posisi kebakaran rumah tersebut, terletak pada lingkungan padat penduduk di Kampung Hampor wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Petugas Damkar Juga Dokumentasikan Peristiwa.

Ragam upaya pemadaman gencar dilakukan termasuk diterjunkannya dua unit mobil pemadam kebakaran dari Disdamkar kabupaten setempat, bahkan Kepala Disdamkar H. Aah Anwar Saefuloh, ST, S.Sos, M.Si mendatangi lokasi pimpin proses pemadaman kobaran api.

Warga Sekitarnya Sempat Panik.

*******

Kepala Disdamkar Juga Berada di TKP Pimpin Proses Pemadaman Kobaran Api.

Aliran Arus Listrik Diduga Lambat Dimatikan PLN, sehingga sempat terjadi percikan api saat dilakukan pemadaman.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here