Bermigrasi atau Aktif Bergerak? Riset Ungkap Perilaku Hiu Paus Teluk Cendrawasih

Garut News ( Jum’at, 28/03 – 2014 ).

Pageresources Hiu Paus (Rhincodon typus)
Pageresources Hiu Paus (Rhincodon typus)

Hiu paus menjadi salah satu spesies paling misterius di muka Bumi.

Hewan ini dikenal ikan terbesar, sepanjang mencapai 12 – 18 meter, dan berat hingga 20 ton.

Namun, kehidupan, perilaku, dan habitatnya hingga kini masih menjadi teka-teki.

Pertama kalinya, penelitian perilaku hiu paus di Indonesia berhasil dilakukan.

WWF Indonesia, dan “Taman Nasional Teluk Cendrawasih” (TNTC) meneliti perilaku gerak hiu paus di wilayah TNC.

Sejak 2011, sebanyak 14 individu hiu paus diobervasi dengan bantuan penanda satelit.

Sementara, sebanyak 80 individu diobservasi melalui identifikasi foto, dan pemasangan “Radio Frequency Identification” (RFID).

Brent Stewart dari Hubb Seaworld Research Institute dan Cassandra Tania, Species Monitoring Officer dari WWF Indonesia, mengungkap hasil riset pada Lokakarya Hasil Studi Pemantauan Hiu Paus di TNTC, digelar Kamis (27/03-2014) di Jakarta.

Menguraikan hasil penelitian, Brent mengatakan, “hiu paus, spesies sangat mobile. Dia juga perenang dalam. Sangat jarang berada di permukaan. paling sering berada di kedalaman 100 – 200 meter.”

Hiu paus diobservasi kebanyakan berjenis kelamin jantan, dan masih bayi atawa juvenile.

Bukan lantaran dibatasi, tetapi memang hiu paus mudah dijumpai yang jantan, dan masih bayi.

Brent katakan, meski lebih sedikit dijumpai, betina hiu paus diobservasi ternyata berpindah lebih jauh dari jantan.

“Dalam empat bulan, betina hiu paus menempuh jarak 5.000 mil (sekitar 9.000 km).”

Hiu paus di Teluk Cendrawasih, berdasar penelitian, tak hanya bergerak di dalam wilayah taman nasional tetapi juga melintasi batas negara.

“Hiu paus wilayah ini bergerak hingga Filipina, dan kembali lagi ke Teluk Cendrawasih,” kata Brent.

Dalam banyak literatur, hiu paus dianggap spesies bisa bermigrasi dalam jarak cukup jauh.

Riset kali ini, menurut Brent, membuktikan pandangan tersebut kurang tepat.

“Dari penelitian ini, kita tak bisa mengatakan hiu paus highly migrate tetapi hanya highly mobile,” ungkapnya.

Hewan bisa dikatakan bermigrasi apabila bergerak dengan tujuan tertentu, dan setiap periode tertentu secara teratur.

Hiu paus, salah satu jenis spesies ikan terancam menurut “International Union for Conservation of Nature” (IUCN).

Pada saat sama, masih banyak belum diketahui tentang spesies ini.

Kenyataan tersebut, ditambah fakta hiu paus bermigrasi lintas negara, menunjukkan perlunya keseriusan upaya konservasi hiu paus, serta kerjasama antar-negara melakukannya.


Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/ Kompas.com

Related posts