Bermanuver 180 Derajat Lintasi Persawahan Penduduk Garut

0
115 views

“Sangat Memungkinkan Dijadikan Potensi Desa Wisata”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 21/06 – 2015 ).

Bermanuver 180 Derajat, Dengan Kemiringan Sudut Elevasi Berkisar lima Hingga Sepuluh Derajat, Mendaki Menjelang Lebak Jero Garut.
Bermanuver 180 Derajat, Dengan Kemiringan Sudut Elevasi Berkisar lima Hingga Sepuluh Derajat, Mendaki Menjelang Lebak Jero Garut.

Meski selama ini menjadi peninggalan produk kaum penjajah atawa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Namun inprastruktur berupa lintasan rel “Kereta Api” (KA) tersebut, ternyata hingga sekarang masih bisa maksimal dimanfaatkan.

Bahkan terdapat pula peninggalan “baheula” maupun “tempo doeloe”, berupa pembangunan konstruksi rel KA, yang melingkar maupun bermanuver 180 derajat (setengah lingkaran).

Bermanuver dan Mulai Siap Menambah Kecepatan.
Bermanuver dan Mulai Siap Menambah Kecepatan.

Dengan intensitas berkemiringan sudut elevasi lintasan rel sejajar itu, pada kisaran lima hingga sepuluh derajat.

Malahan lokasi lintasannya juga dari arah barat atawa Bandung tujuan Garut serta Jawa Tengah dan Jawa Timur, berkondisi cukup menanjak.

Lantaran menjelang memasuki, atawa menyisir pinggiran tebing Lebak Jero, Garut.

Selama Ini Menjadi Fenomena Menarik.
Selama Ini Menjadi Fenomena Menarik.

Sehingga lintasan manuver rel KA di Rancasalak wilayah Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat, itu pun berkemiringan sekaligus menanjak.

Tetapi proses pemeliharaannya, ternyata tak serepot maupun tak seheboh kegiatan pemeliharaan ruas badan jalan kabupaten dan provinsi, yang bersumber APBD serta APBN.

Meliuk Panjang.
Meliuk Panjang.

Pemeliharaan lintasan rel KA, selama ini terus-menerus dilaksanakan, termasuk senantiasa dilakukan pemeriksaan dan pengawasan.

Dengan melibatkan pegawai di lingkungan PT. KAI.

Sedangkan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan lintasan ruas badan jalan raya, selama ini antara lain kian menjadi tradisi.

Selalu Merayap, Tak Pernah Berdiri.
Selalu Merayap, Tak Pernah Berdiri. Inilah Lokasi Tapal Kuda Persawahan Rancasalak.

Sebab kerap pula dilakukan gencar menjelang Lebaran Idul Fitri.

Perbedaan lain, di antaranya pemeliharaan, peningkatan juga pembangunan jalan raya selama ini acap dijadikan materi ajang berkampanye mulai dari prosesi Pilkades, Pilbup, Pilgub hingga mungkin Pilpres.

Tetapi, nyaris tak pernah bahkan mungkin tak pernah ada sama sekali para pekerja politik di Indonesia, menjadikan rel KA sebagai materi kampanye mereka.

Melintas Jembatan Kokoh Juga Peninggalan kaum Penjajah.
Melintas Jembatan Kokoh Juga Peninggalan kaum Penjajah.

Sedangkan, fenomena selama ini, lokomotif KA dengan membawa sedikitnya sepuluh gerbong.

Kemudian setiap hari melintas dan bermanuver 180 derajat lintasi persawahan penduduk,

Barangkali bisa dijadikan peluang prosfektif pengembangan industri pariwisata, termasuk lokasinya memungkinkan dijadikan desa wisata.

Menawan.
Menawan.

Lantaran berfanorama pemandangan alami yang indah menawan, didukung kesejukan angin pegunungan pada cekungan tapal kuda areal persawahan Rancasalak Kadungora, dikelilingi lintasan rel KA.

Menjadikan siapapun “betah Tur Tumaninah” (Betah dan Nyaman), menyaksikan serta mengunjunginya.

 

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here