Berkuda dan Memanah Upaya Santri Mengusir Covid-19

0
52 views
Meningkatkan Imunitas Tubuh Melalui Kegiatan Berolahraga, serta Asupan Gizi Seimbang.
Berolahraga Sekaligus Berupaya Maksimal Meningkatkan Keterampilan Berkuda juga Kualitas Keberanian.

“Masif Berolahraga Teratur Disertai Penerapan PHBS Lainnya”

Garut News ( Sabtu, 05/09 – 2020 ).

Berolahraga teratur, terencana juga terukur disertai penerapan ‘Perilaku Hidup Bersih dan Sehat’ (PHBS) lainnya yang masif diselenggarakan kalangan santri termasuk pada Ponpes Yadul ‘Ulya Garut, sebagai upaya mengusir penularan ‘keparat’ Covid-19. 

Lantaran hingga, Jum’at (04/03-2020), totalitas wabah pandemi maut di kabupaten tersebut menembus angka 5.939 kasus, terdiri Kontak Erat 2.891 kasus (259 isolasi mandiri, dan 2.632 discarded/selesai pemantauan).

Ustadz Juga Pemred Garut News Masif Berolahraga Memanah dan Berkuda.

Suspek 2.955 (35 isolasi mandiri, 0 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.884 discarded/selesai pemantauan serta 36 tewas), Probable 0 kasus, dan terinfeksi positif predator itu 93 kasus (satu isolasi mandiri, 18 isolasi RS/perawatan, 71 sembuh, dan tiga tewas).

Pada Agro Edupark di Ponpes Mabda Islam Kampung Pasirgede RT.003/010 Desa/Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi juga menyempatkan berlatih keterampilan olahraga berkuda, Jum’at (04/09-2020) pagi.

Tingkatkan Kualitas Bermanuver.

Dalam rangkaian studi banding keluarga Besar Ponpes Yadul ‘Ulya terkait penerapan wakaf produktif berbasis wisata, riset juga kemandirian pangan dan ekonomi, yang selama ini diterapkan Yayasan Cinta Dakwah Indonesia di Ponpes Yatim Mabda Islam.

Kegiatan Studi Banding Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Pimpinan Yayasan Cinta Dakwah Indonesia Ponpes Yatim Mabda Islam, Ustaz Sandi Nopiandi kepada Garut News katakan totalitas 20 hektare areal pengembangannya diupayakan maksimal bisa memberikan banyak manfaat.

Sehingga proses pertumbuhan ragam tanaman pun dijadikan wahana edukasi bagi setiap pengunjung maupun wisatawan.

Ustaz Sandi Nopiandi (kanan), Dengan Sangat Ikhlas Berbagi Ilmu.

Selain dikembangkan jahe merah yang berorientasi ekspor, juga di antaranya ditumbuh-kembangkan tanaman pangan termasuk sayuran hidroponik, hortikultura, peternakan, perikanan darat, lebah madu, serta sarana berkemah bernuansakan agro park.

Sekaligus pula menjadikan ‘Masjid’ sebagai pusat pengembangan ‘Peradaban’, dengan upaya mengutamakan mengejar keberkahan guna mendatangkan kemakmuran.

Bersama Team Agro Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

“Maka keberadaan dan kiprah nyata lembaga pendidikan Islam ini, dapat memberikan kontribusi besar dalam menekan inflasi. Bahkan bisa meningkatkan devisa negara,” imbuh Ustaz Sandi Nopiandi.

Dikemukakan, setiap pengunjung hanya berinfak Rp10 ribu untuk memasuki kawasan agro park, namun antara lain diwajibkan mematuhi ketentuan protokol kesehatan, berpakaian sopan, tidak berpasang-pasangan, dan tidak boleh merokok.

Humas, Ustaz Udas Presentasikan Pengembangan Hidroponik.

Ragam produk dari pengembangan agro park tersebut, selain guna memenuhi kebutuhan sedikitnya 200 santri/santriwati yatim dan para pengelola pesantren, juga kelebihan produksinya dipasarkan melibatkan kewirausahaan setiap seluruh santri.

Meski demikian tetap konsisten mengembangan keutamaan pembelajaran adab dan ilmu agama, serta memfasilitasi bakat maupun minat masing-masing individu santri dalam membangun keterampilan pengembangan ekonomi syariah.

Memburu Keberkahan Bisa Mendatangkan Kemakmuran.

“Ragam upaya selama ini pun senantiasa digulirkan ‘recovery’ termasuk secara berkesinambungan diperbaharuinya potensi wisata sehat bagi keluarga, dan anak-anak,” ungkap Ustaz Sandi Nopiandi pula, antara lain menambahkan.

“Taman Surga Yadul ‘Ulya”

Rangkaian studi banding Ponpes Yadul ‘Ulya Garut di Ponpes Yatim Mabda Islam, menyusul segera diwujudkannya ‘Taman Surga’ Ponpes Yadul Ulya Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul.

Amanah Menjaga, Memelihara, dan Melestarikan Alam Semesta.

Sehingga pada Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya terdapat miniatur ‘gambaran fiksi ilmiah surgawi’, yang bisa meningkatkan motivasi keilmuan bekal ibadah serta ketaatan kepada Allah SWT.

Sekaligus pengembangan kemandirian ekonomi pesantren sebagai pusat peradaban berkemajuan.

Lebah Madu yang Memberi Banyak Manfaat.

Di tengah ‘Zero’ Positif Covid-19 di Kabupaten Garut pekan ini hanya bertahan dua hari, selama Rabu hingga Kamis (2-3/9/2020).

Malahan mengejutkan, Jum’at (04/09-2020), kabupaten berikon domba garutnya itu terjadi penambahan tujuh kasus baru positif Covid-19 dari lima kecamatan kawasan perkotaan. Sehingga kasus positif ‘menggelegak’ lagi mencapai 93 kasus.

Menyehatkan di Alam Terbuka.

Ketujuh kasus baru positif Covid-19 terdiri laki-laki 43 tahun asal Kecamatan Cilawu (KC-87), laki-laki 57 tahun asal Wanaraja (KC-88), laki-laki 33 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler (KC-89).

Kemudian perempuan 21 tahun asal Kecamatan Karangpawitan (KC-90), perempuan 23 tahun asal Tarogong Kaler (KC-91), laki-laki 34 tahun asal Tarogong Kaler (KC-92), dan perempuan 75 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul (KC-93).

Membangun Komunikasi di Alam Terbuka.

Pasien positif dirawat di rumah sakit juga bertambah, semula 11 menjadi 18 orang. Ditambah satu pasien positif lainnya masih isolasi mandiri.

Terdapatnya tujuh kasus baru positif, maka positif Covid-19 pada lima kecamatan kembali bertambah. Kasus positif di Kecamatan Tarogong Kidul menjadi 17, di Tarogong Kaler menjadi sembilan kasus.

Membangun Kebersamaan.

Di Kecamatan Karangpawitan menjadi delapan kasus, Cilawu menjadi empat kasus, dan Kecamatan Wanaraja menjadi dua kasus.

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat menunjukan, totalitas Covid-19 di kabupaten ini mencapai 5.939 kasus dengan 39 kematian.

Tak Terhingga Nikmat dari Allah SWT.

Demikian foto berita www.garutnews.com akhir pekan ini. Sebagai rasa syukur masih diberi umur.

Masih pula sangat relevan yang disampaikan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu untuk penyemangat.

Beliau berkata ; “Bukanlah Kesulitan yang membuat kita takut, tetapi ketakutanlah yang memnbuat kita sulit.”

Janganl Lupa Bahagia.

Maka jangan pernah mencoba untuk menyerah, dan jangan menyerah untuk mencoba. kemudian jangan katakan kepada Allah SWT, ‘aku punya masalah’. Namun katakanlah kepada masalah ‘Aku Punya Allah SWT yang Maha Segalanya.”

Karena itu, pemberdayaan ekonomi umat menjadi krusial dalam pembentukan peradaban manusia.

Langkah Pasti Meraih Mimpi, 196 kilometer lebih dari pusat Kota Garut.

Ketika umat lemah secara ekonomi, maka yang terjadi kemudian adalah ketergantungan. Dan bisa dipastikan klaim peradaban dengan ketergantungan kepada orang lain adalah ‘paradoks’ yang nyata. (kata insan bijak).

Pemred Garut News Berkeliling Nusantara.

*******

Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here