Berburu Reftil Raksasa Garut

0
193 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 25/12 – 2015 ).

Berburu Reptil Raksasa Garut.
Berburu Reptil Raksasa Garut.

Komodo, atawa selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), spesies kadal terbesar dunia hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.

Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo, juga disebut dengan nama setempat ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m.

Inilah, Komodo.
Inilah, Komodo.

Ukuran besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait tak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.

Lantaran besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo ditemukan peneliti barat 1910. Tubuh besar dan reputasi mengerikan menjadikan mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas menyusut akibat aktivitas manusia, dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies rentan terhadap kepunahan.

Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia, dan sebuah taman nasional. Taman Nasional Komodo, didirikan melindungi mereka.

“Berburu Reftil Raksasa Garut”

Biawak Jantan Berusia Remaja.
Biawak Jantan Berusia Remaja.

Dalam pada itu, kini kian kerap penduduk selama ini berburu biawak air dari jenis Varanus salvator, pada sepanjang lintasan “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cimanuk, Garut, Jawa Barat.

Perburuan reptil atawa kadal raksasa ini, terdapat kecenderungan menjadi mata pencaharian dari semula hanya sebagai kegiatan sambilan menangkap ikan, maupun menambang pasir pada dasar lintasan sungai tersebut.

Penduduk seputar perkotaan, berburu biawak untuk diperjual-belikan dagingnya dengan harga lebih Rp40 ribu per kilogram.

Sebab masih banyak dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, meningkatkan stamina tubuh sehingga tahan, atawa tak bisa masuk angin.

Bahkan lemaknya juga dipercaya bisa berperan sebagai obat kuat kaum pria.

Mencengkram Leher Biawak.
Mencengkram Leher Biawak.

Uyan, lelaki bertubuh jangkung juga cukup kekar berusia sekitar 50 tahun, mengaku kerap berburu biawak dengan tiga hingga empat rekannya.

Menyusuri lintasan Sungai Cimanuk dari Kecamatan Tarogong Kidul hingga memasuki Wilayah Kecamatan Cibatu.

Selama ini menggunakan senapan angin, dengan bidikan tembakannya pada bagian atas kepala biawak, lantaran jika hanya badan atawa perutnya ditembak, dipastikan tak bisa melumpuhkan biawak itu.

Beberapa tembakan pada kepala juga hanya menjadikan biawak lemas, maupun tak bisa mati, dan ketika ditangkap masih bisa melawan, ungkap Uyan, akrab dikenal dengan sebutan Uyan Biawak.

Sedangkan kulitnya dijemur maupun dikeringkan guna dijadikan “dorokdok” atawa kerupuk kulit, dinilainya enak dikonsumsi.

“Reptil”

Biawak, sebangsa reptil masuk golongan kadal besar, suku biawak-biawakan (Varanidae). Biawak dalam bahasa lain disebut “bayawak” (Sunda), “menyawak atawa nyambik” (Jawa), “berekai” (Madura), dan “monitor lizard atau goanna” (Inggris).

Biawak banyak macamnya. Yang terbesar dan terkenal “biawak komodo” (Varanus komodoensis), panjangnya bisa melebihi tiga meter.

Cara Mengikat Tangkapan Biawak Masih Hidup.
Cara Mengikat Tangkapan Biawak Masih Hidup.

Biawak ini, lantaran besarnya, bisa memburu rusa, babi hutan, dan anak kerbau. Bahkan terdapat kasus-kasus biawak komodo menyerang manusia, meski jarang.

Biawak ini hanya menyebar terbatas pada beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti di Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca dan di ujung barat Pulau Flores.

Biawak kerap ditemui di desa-desa dan perkotaan di Indonesia barat, kebanyakan biawak air dari jenis Varanus salvator.

Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar satu meter lebih sedikit, kendati ada pula mencapai 2,5 meter.

Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepian danau, pantai, dan rawa-rawa termasuk rawa bakau.

Di perkotaan, biawak kerap pula ditemukan hidup di gorong-gorong saluran air bermuara ke sungai.

Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, pelbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut.

Biawak pandai memanjat pohon. Di hutan bakau, biawak kerap mencuri telur atau memangsa anak burung.

Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.

Biawak berkembang biak dengan bertelur. Sebelum mengawini betinanya, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu memerlihatkan penguasaannya.

Hasil Buruan.
Hasil Buruan.

Pertarungan biawak ini unik dan menarik, sebab dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu saling pukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga seperti menari bersama.

Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur pada tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting.

Panas dari sinar matahari dan proses pembusukan serasah menghangatkan telur, sehingga menetas.

Biawak sejak ratusan bahkan ribuan tahun diburu manusia. Orang terutama memanfaatkan kulitnya sebagai bahan perhiasan, dan dagingnya sebagai bahan makanan atau untuk obat.

Kini, perdagangan kulit biawak di dunia menghidupi beribu-ribu orang, mulai dari penangkap biawak di desa-desa, pengumpul, pengolah, eksportir, hingga industri kulit.

DAS Cimanuk Garut.
DAS Cimanuk Garut.

Tak kurang dari satu juta potong kulit biawak air dikumpulkan setiap tahunnya dari pelbagai bagian dunia (Shine et al. 1996, Biological Conservation 77 : 125-134).

Biawak ditangkap orang dengan cara dijerat atau dikail. Jerat atau kail itu dipasang di tempat sering didatangi biawak.

Seperti umumnya daging kadal, daging biawak juga dipercaya sebagai obat sakit kulit.

Suku Varanidae terdiri atas dua kelompok sedikit beda, terdiri dari marga Varanus yang besar (lebih dari 35 spesies di seluruh dunia), dan marga Lanthanotus yang sejauh ini berisi spesies tunggal L. borneensis dari Kalimantan.

Marga yang kedua itu merupakan biawak bertubuh kecil (lk. 30 cm) dan tanpa lubang telinga.

Beberapa jenis biawak terdapat di Indonesia: Genus: Varanus.

*********

Jdh/Wikipedia.