Berburu Biawak Sepanjang Lintasan DAS Cimanuk Garut

0
1,927 views

Oleh/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 13/03 – 2015 ).

Membawa Pulang Hasil Buruan Biawak.
Membawa Pulang Hasil Buruan Biawak.

Kian banyak penduduk selama ini kerap berburu biawak air dari jenis Varanus salvator, pada sepanjang lintasan “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cimanuk, Garut, Jawa Barat.

Perburuan reptil atawa kadal raksasa ini, terdapat kecenderungan menjadi mata pencaharian dari semula hanya sebagai kegiatan sambilan menangkap ikan, maupun menambang pasir pada dasar lintasan sungai tersebut.

Penduduk seputar perkotaan, berburu biawak untuk diperjual-belikan dagingnya dengan harga Rp40 ribu per kilogram.

Biawak Remaja.
Biawak Jantan Berusia Remaja.

Lantaran masih banyak dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, meningkatkan stamina tubuh sehingga tahan, atawa tak bisa masuk angin.

Bahkan lemaknya juga dipercaya bisa berperan sebagai obat kuat kaum pria.

Uyan, lelaki bertubuh jangkung juga cukup kekar berusia sekitar 50 tahun, mengaku kerap berburu biawak dengan tiga hingga empat rekannya.

Cara Mengikat Tangkapan Biawak Masih Hidup.
Cara Mengikat Tangkapan Biawak Masih Hidup.

Menyusuri lintasan Sungai Cimanuk dari Kecamatan Tarogong Kidul hingga memasuki Wilayah Kecamatan Cibatu.

Selama ini menggunakan senapan angin, dengan bidikan tembakannya pada bagian atas kepala biawak, lantaran jika hanya badan atawa perutnya yang ditembak, dipastikan tak bisa melumpuhkan biawak itu.

Beberapa tembakan pada kepala juga hanya menjadikan biawak lemas, maupun tak bisa mati, dan ketika ditangkap masih bisa melawan, ungkap Uyan yang akrab dikenal dengan sebutan Uyan Biawak.

Sedangkan kulitnya dijemur maupun dikeringkan guna dijadikan “dorokdok” atau kerupuk kulit, yang dinilai enak dikonsumsi.

“Reptil”

Biawak, sebangsa reptil masuk ke dalam golongan kadal besar, suku biawak-biawakan (Varanidae). Biawak dalam bahasa lain disebut sebagai bayawak (Sunda), menyawak atawa nyambik (Jawa), berekai (Madura), dan monitor lizard atau goanna (Inggris).

Biawak banyak macamnya. Yang terbesar dan terkenal “biawak komodo” (Varanus komodoensis), panjangnya bisa melebihi tiga meter.

Menembak Bagian atas Kepala Biawak Dengan Peluru Senapan Angin.
Menembak Bagian atas Kepala Biawak Dengan Peluru Senapan Angin.

Biawak ini, karena besarnya, bisa memburu rusa, babi hutan, dan anak kerbau. Bahkan terdapat kasus-kasus biawak komodo menyerang manusia, meski jarang.

Biawak ini hanya menyebar terbatas pada beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti di Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca dan di ujung barat Pulau Flores.

Biawak kerap ditemui di desa-desa dan perkotaan di Indonesia barat, kebanyakan biawak air dari jenis Varanus salvator.

Hasil Buruan.
Hasil Buruan.

Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar satu meter lebih sedikit, kendati ada pula mencapai 2,5 meter.

Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepian danau, pantai, dan rawa-rawa termasuk rawa bakau.

Di perkotaan, biawak kerap pula ditemukan hidup di gorong-gorong saluran air bermuara ke sungai.

Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, pelbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut.

Biawak pandai memanjat pohon. Di hutan bakau, biawak kerap mencuri telur atau memangsa anak burung.

Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.

Biawak berkembang biak dengan bertelur. Sebelum mengawini betinanya, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu memerlihatkan penguasaannya.

Mencengkram Leher Biawak.
Mencengkram Leher Biawak.

Pertarungan biawak ini unik dan menarik, sebab dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu saling pukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga seperti menari bersama.

Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur pada tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting.

Panas dari sinar matahari dan proses pembusukan serasah menghangatkan telur, sehingga menetas.

Biawak sejak ratusan bahkan ribuan tahun diburu manusia. Orang terutama memanfaatkan kulitnya sebagai bahan perhiasan, dan dagingnya sebagai bahan makanan atau untuk obat.

Kini, perdagangan kulit biawak menghidupi beribu-ribu orang, mulai dari penangkap biawak di desa-desa, pengumpul, pengolah, eksportir, hingga industri kulit.

Tak kurang dari satu juta potong kulit biawak air dikumpulkan setiap tahunnya dari pelbagai bagian dunia (Shine et al. 1996, Biological Conservation 77 : 125-134).

DAS Cimanuk Garut.
DAS Cimanuk Garut.

Biawak ditangkap orang dengan cara dijerat atau dikail. Jerat atau kail itu dipasang di tempat sering didatangi biawak.

Seperti umumnya daging kadal, daging biawak juga dipercaya sebagai obat sakit kulit.

Suku Varanidae terdiri atas dua kelompok yang sedikit beda, yakni dari marga Varanus yang besar (lebih dari 35 spesies di seluruh dunia), dan marga Lanthanotus yang sejauh ini berisi spesies tunggal L. borneensis dari Kalimantan.

Marga yang kedua itu merupakan biawak bertubuh kecil (lk. 30 cm) dan tanpa lubang telinga.

Beberapa jenis biawak yang terdapat di Indonesia: Genus: Varanus.

*********

Jdh/Wikipedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here