Berburu Belut Pada Areal Persawahan Kian Menyempit

0
11 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 24/03 – 2016 ).

Seusai Memanen Bubu Berisi Belut, kamis (24/03-2016) Pagi.
Seusai Memanen Bubu Berisi Belut, kamis (24/03-2016) Pagi.

Meski aktivitas alih fungsi lahan kian merebak-marak berlangsung di mana pun.

Termasuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sehingga areal produktif persawahan beririgasi teknis sekalipun.

Kerap “dilibas” berganti fungsi menjadi areal perumahan penduduk.

Namun masih pula penduduk sekitarnya berupaya berburu belut, di tengah semakin menyempitnya areal persawahan tersebut.

Bergegas Membawa Hasil Panen Untuk Segera Dibersihkan, Kemudian Dipasarkan.
Bergegas Membawa Hasil Panen Untuk Segera Dibersihkan, Kemudian Dipasarkan.

Seperti terdapatnya para pemburu belut pada beberapa titik lokasi yang masih menyisakan areal persawahan, di Kawasan Copong Garut.

Pemburu belut itu, hampir setiap hari sejak sore hari atawa menjelang malam, menebar “bubu” atawa perangkat terbut dari anyaman bambu berukuran kecil untuk menjebak belut.

Lantaran belut yang memasuki bubu di dalamnya diberi umpan, dipastikan tak bisa lagi keluar hingga beberapa ekor belut yang terjebak semalam suntuk mati di dalam bubu.

Areal Persawahan Kian Menyempit.
Areal Persawahan Kian Menyempit.
Kondisi Tanaman Padi Yang Rubuh Diterjang Angin Kencang Disertai Hujan Deras.
Kondisi Tanaman Padi Yang Rubuh Diterjang Angin Kencang Disertai Hujan Deras.

Seorang pemburu belut, setiap malamnya menebar sekitar 71 bubu pada seluruh titik lokasi sisa areal persawahan di Kawasan Copong itu.

Keesokan harinya, maupun pagi-pagi memanen bubu yang seluruhnya berisi belut.

Kemudian dibawa pulang untuk dibersihkan, kemudian segera dijual ke pasar atau dijajakan sendiri di pinggiran lintasan jalan Copong, Garut.

Beberapa ekor belut yang sudah dibersihkan ini, dimasukan ke dalam plastik berisi air jernih, kemudian dijual dengan harga berkisar Rp25 ribu.

 

*******