Berbisnis Bawang Hasil Peredaran Sabu

by

Jakarta, Garut News ( Senin, 23/12 ).

Ilustrasi, Advokasi P4GN bagi Aparat Pemerintahan Desa di Kabupaten Garut, Jabar. (Foto: John).
Ilustrasi, Advokasi P4GN bagi Aparat Pemerintahan Desa di Kabupaten Garut, Jabar. (Foto: John).

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengamankan 2.855,2 gram sabu, dan 3,3 gram ganja dari pengungkapan dua kasus tindak pidana narkotika.

Sesuai ketentuan yang berlaku, hari ini, Senin (23/12), BNN memusnahkan barang bukti, sebelumnya menyisihkan 22,5 gram sabu, dan 3,3 gram ganja guna uji laboratorium, serta pembuktian perkara.

Sehingga barang bukti dimusnahkan 2.832,7 gram sabu.

Kasus berhasil diungkap upaya penyelundupan Narkoba dilakukan Sani melalui perbatasan laut Malaysia-Indonesia.

Tertangkapnya Sani menyeret tiga lainnya Ariandy, Tua Muslim dan seorang pebisnis bawang merah Darkasyi.

Petugas mengamankan keempat tersangka bersama barang bukti 2.670 gram sabu.

Kasus lain berhasil diungkap BNN penangkapan Aji Yamhekar dan rekannya Arifal alias Daeng, bandar sabu kerap beraksi di kawasan Bogor dan sekitarnya.

Kedua tersangka diamankan petugas dengan barang bukti 182,2 gram sabu, dan 3,3 gram ganja.

Negara kepulauan seperti Indonesia sangat rawan aksi penyelundupan Narkoba.

Banyaknya pintu perbatasan, kerap lepas dari pengawasan petugas.

Kesempatan itu dimanfaatkan Sani bersama rekannya Ariandy, dan Tua Muslim.

Ketiganya nekat menyelundupkan 2.670 gram sabu dari Malaysia untuk diedarkan di Indonesia.

Petugas BNN mengamankan para tersangka di kawasan Tanjung Balai, Sumatera Utara, Ahad (8/12).

Sani mengaku mendapat sabu tersebut dari ABK Malaysia, dan mengambilnya di perbatasan laut Indonesia-Malaysia.

Terkuak, aksi mereka itu dimotori Darkasyi diamankan petugas di rumahnya di Aceh.

Darkasyi diketahui pebisnis bawang merah di Aceh.

Sebagai bos dari ketiga kurir tersebut, Darkasyi meraup untung cukup besar.

Ia mengembangkan bisnis bawang merah dari hasil setoran penjualan narkoba ia berikan pada seorang boss narkoba di Malaysia.

Kini keempat tersangka mendekam di tahanan BNN guna dilakukan proses lebih lanjut.

Sedangkan kasus berikutnya, maraknya peredaran Narkoba di kawasan Bogor, Jawa Barat semakin meresahkan warga.

Berdasar informasi masyarakat, BNN berhasil mengamankan Aji Yamhekar dan rekannya Arifai alias Daeng kerap mengedarkan Narkoba di Bogor dan sekitarnya.

Aji Yamhkear ditangkap 30 November 2013 lalu di tempat tinggalnya di Kampung Nyengcle, Kelurahan Cilangkap, Tapos, Depok Jawa Barat.

Penangkapan Aji dilakukan setelah ia menerima sabu dari AN (DPO) seberat 100 gram.

Sedangkan Arifai diamankan petugas di sebuah Mall di Cibinong, saat melakukan transaksi dengan Aji.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik Aji, petugas menyita barang bukti lain berupa 25 gram sabu, dan 3,3 gram ganja.

Kepada petugas Aji mengaku dikendalikan boss besarnya belum tertangkap berinisial AS (berkediaman di Aceh).

Petugas BNN selanjutnya memburu anggota jaringan narkoba lain, berhasil mengamankan Syaifulloh, dan Azwar di perumahan Griya Asri Permai, Bogor.

Para kurir ini mengaku mendapat imbalan dari pimpinannya Rp1,5 juta setiap transaksi mereka lakukan.

Atas perbuatan seluruh tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), lebih subsider Pasal 137 huruf (a) dan (b), Undang-Undang No. 35/2009 tentang Narkotika.

Demikian dikemukakan Kepala BNN, Dr Anang Iskandar dari Jakarta melalui Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto kepada Garut News, Senin (23/12).

***** John.