Berbagi Sembako Baitulmal Yadul ‘Ulya Diapresiasi Ar Rauf

0
17 views
Berbagi Sembako Baitulmal Yadul 'Ulya Diapresiasi Ar Rauf.
Berbagi Sembako Baitulmal Yadul ‘Ulya Diapresiasi Ar Rauf.

“Kepedulian Di Tengah Pandemi”

Garutnews ( Jum’at, 05/03 – 2021 ).

Pimpinan Pesantren Ar. Rauf di desa Caringin Kecamatan Karangtengah, Ust. Asep Badrutamam, M.PdI mengapesiasi positif terhadap penyelenggaraan Program Berbagi Sembako Bersama Baitulmal Yadul ‘Ulya Garut.

Sehingga program tersebut bisa memotivasi lembaga lainnya untuk bersedekah maupun berempati kepedulian sosial terhadap sesama.

“Bahkan juga termotivasi dapat memiliki kemandirian ekonomi maupun kemandirian pangan pesantren,” ungkap Asep Badrutamam ketika menerima pengelola Program Berbagi Sembako Bersama Baitulmal Yadul ‘Ulya.

Keterpaduan Kepedulian dan Empati Bersama Civitas Akademika Program Studi Managemen STIE Yasa Anggana.

Berlangsung di Pesantren Ar. Rauf, yang dihadiri para santri setempat juga Civitas Akademika Program Studi Managemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yasa Anggana, yang mernjalin kolaborasi atau keterpaduan dengan Baitulmal Yadul ‘Ulya.

“Kepedulian Di Tengah Pandemi”

Penyelenggaraan Program Berbagi Sembako Bersama Baitulmal Yadul ‘Ulya Garut ini, antara lain sebagai empati juga kepedulian sosial terhadap sesama di tengah pandemi global corona.

Ust. Asep Badrutamam, M.PdI.

Apalagi, kasus kematian pasien positif masih terus berlangsung, meski temuan volume harian kasus positif di Kabupaten Garut cenderung menurun menjadi 14 kasus pada, Kamis (04/03-2021), dibandingkan sehari sebelumnya ada 26 kasus.

Keterangan Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten setempat disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, berdasar data Sub Divisi Pencegahan, pada 4 Maret 2021, terdapat temuan 14 kasus baru positif bersamaan dilaporkan ada penambahan dua pasien positif meninggal dunia.

Pesantren Ar. Rauf.

Kedua pasien positif meninggal terdiri laki-laki (KC-6723) 59 tahun dari Kecamatan Garut Kota, dan perempuan (KC-7426) 41 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler.

KC-6723 terkonfirmasi positif pada 10 Februari 2021, sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit kemudian meninggal dunia. Dia tercatat merupakan pasien ke-34 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Garut Kota.

Civitas Akademika Program Studi Managemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yasa Anggana.

Sedangkan KC-7426 meninggal pada hari terkonfirmasi positif  pada 5 Maret 2021. Dia diketahui merupakan pasien ke-15 meninggal dunia terpapar Covid-19 dari Kecamatan Tarogong Kaler.

Meninggalnya dua pasien positif tersebut menjadikan angka kematian terpapar Covid-19 di Garut bertambah menjadi 269 kasus.

Sebanyak 14 kasus baru positif Covid-19 itu kendati menurun dibandingkan volume harian sebelumnya, persentase temuan kasus dari jumlah sampel swab diperiksa terbilang tinggi, mencapai 63 persen.

Program Berbagi Sembako Bersama Baitulmal Yadul ‘Ulya Garut.

Dari 14 kasus positif Covid-19 tersebut, sepuluh kasus di antaranya (63 %) ditemukan dari hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet pada 16 sampel swab. Empat kasus lainnya dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Dari 14 kasus baru positif itu pun terdiri delapan perempuan dan enam laki-laki, berusia antara 15 tahun hingga 71 tahun.

Mereka dari Kecamatan Banjarwangi (2 kasus), Samarang (2 kasus), Tarogong Kidul (2 kasus), Banyuresmi (1 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cilawu (1 kasus), Garut Kota (1 kasus), Kadungora (1 kasus), Kadungora (1 kasus), Karangpawitan (1 kasus), Selaawi (1 kasus), dan Tarogong Kaler (1 kasus).

Meninggalnya 269 pasien positif dari total jumlah positif 7.428 kasus, maka tingkat kematian positif di Garut mencapai sekitar 3,6 persen.

Dilaporkan pula, ada penambahan 17 pasien positif  selesai pemantauan isolasinya. Sehingga total jumlah mereka dinyatakan sembuh di Garut menjadi 6.198 orang.

“Pasien positif masih isolasi mandiri saat ini 803 orang, dan pasien positif masih dalam perawatan rumah sakit 158 orang,” katanya.

Ditemukannya 14 kasus baru positif ini menjadikan total jumlah positif di Garut bertambah lagi menjadi 7.428 kasus. Namun tingkat kesembuhannya terbilang tinggi, mencapai sekitar 83 persen, katanya pula.

*****

Abisyamil, JDH/Fotogfer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here