Beragam Potensi Sumber Daya Garut Dikepung Kemiskinan

0
19 views
Bertaruh Nyawa.
Penduduk Miskin Garut Berumah Tak Layak Huni.

Arah pembangunan selama ini terkesan tidak fokus, dan serius,”

Garut News ( Jum’at, 21/02 – 2020 ).

Beragam keunggulan sumber daya di Kabupaten Garut dikenal sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda. Namun sangat ironis…?

Lantaran ragam potensi bahan tambang berupa panasbumi, emas, bijih besi hingga galian C.Juga hasil kekayaan laut berbentangan sepanjang 83 kilometer, serta menyebarnya lokasi potensi daerah tujuan wisata alam, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kuliner, dan beragam jenis komoditas perdagangan.

Meski Rumah Tidak Layak Huni, Namun Miliki Piranti Komunikasi Modern.

Maka jangan heran jika sejumlah sejarawan menyebutkan, pada abad ke-19, Garut merupakan salah satu daerah penting bagi penelitian pengetahuan alam, dan menjadi sumber insparasi bangsa Eropa, khususnya kolonial Belanda, membangun kebudayaan baru, berkaitan pengolahan SDA berkearifan lokal.

Tetapi, dengan pelbagai keunggulan SDA, dan SDM-nya itu, belum menjadi motor penggerak kemajuan daerah di Jawa Barat bahkan nasional, hingga kini, Kabupaten Garut malah masih terus berkutat pada persoalan rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) dengan angka kemiskinan tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

IPM Garut pada 2019, hanya mencapai 66,22 poin dengan menempati peringkat ketiga paling bawah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Capaian cukup jauh dibandingkan IPM Jawa Barat 72,03.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Garut pun nyaris tak banyak perubahan dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk miskinnya senantiasa bertengger di peringkat dua sebagai daerah terbanyak jumlah penduduk miskinnya di antara 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 2019 ini.

Pada 2019, jumlah penduduk miskin di Garut mencapai 235.190 jiwa, atau sekitar 8,98% dari total penduduk Garut, 2.622 425 jiwa.

Meski tersebut berkurang dibandingkan 2014 yang mencapai 315.580 jiwa, peringkat Garut berkaitan jumlah penduduk miskinnya masih berada di peringkat dua terbanyak, seperti halnya peringkat sama ditempati Garut pada 2014. Padahal ketika itu Kabupaten Pangandaran belum terbentuk, dan masih masuk wilayah Kabupaten Ciamis.

Garis kemiskinan penduduk Garut pun 2019 mencapai Rp301.202/kapita/bulan. Sehingga kini, ada 5.190 jiwa penduduk Garut memiliki pengeluaran untuk kebutuhan makanan maupun nonmakanan di bawah Rp301.202/kapita/bulan.

Sebanyak 235.190 jiwa itulah penduduk Garut masih tidak memiliki kemampuan secara ekonomi memenuhi kebutuhan dasar makanan, dan bukan makanan.

“Kondisi sangat memprihatinkan tersebut, tak berbanding lurus dengan anggaran pembangunan setiap tahunnya semakin besar, tetapi kehidupan masyarakatnya tak banyak berubah. Banyak proyek berkualitas buruk, mangkrak, bahkan mubazir. Arah pembangunan selama ini terkesan tidak fokus, dan serius,” sesal pemerhati kebijakan publik Suryaman, Jum’at (21/02-2020).

******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here