Beragam Bencana Landa Karangpawitan Garut

0
113 views

“Pemkab Setempat Didesak Segera Lakukan Penanggulangan”

Garut News ( Senin, 09/02 – 2015 ).

Rawan Bencana. (Foto : John Doddy Hidayat).
Rawan Bencana. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sampai sekarang penduduk Kampung Cipondok Lebakjaya Karangpawitan, Garut masih didera traumatis jika turun hujan lebat.

Lantaran peristiwa longsor nyaris meluluh-lantakan tiga bangunan rumah warga setempat, ketika hujan lebat berlangsung, Ahad (08/02-2015) sore.

Di tengah guyuran hujan deras, sekitar pukul 16.30 WIB, sebuah tebing berketinggian sekitar 12 meter sepanjang sembilan meter di kampung itu ambruk, dan nyaris menimpa tiga rumah di bawahnya.

Ketiga rumah ini, masing-masing milik Ny. Iim(32), Ikin(67), serta milik Pepen(45).

Meski tak ada korban jiwa, namun masing-masing penghuni ketiga rumah tepat berada di bawah tebing jalan raya menuju kawasan kompleks makam keramat Sunan Godog tersebut, kini kebingungan.

Mereka sangat khawatir terjadi longsor susulan.

“Mau pindah ke mana? Malam enggak bisa tidur. Tebing longsor itu persis di belakang kamar,” ungkap Ny. Iim, Senin (09/02-2015).

Diharapkan pemerintah segera turun tangan, dan agar tebing longsor segera dilakukan pengamanan dengan dibangun benteng.

Kepala Kelurahan Lebakjaya Wawan katakan, pihaknya segera berkonsultasi dengan pemerintah kecamatan setempat, serta instansi teknis terkait membahas penanganan masalah ini.

“Ya, jelas bahaya ! Di atas ada jalan raya, dan di bawahnya rumah. Dikhawatirkan justru saat hujan turun, dilintasi kendaraan kemudian longsor. Nah itu harus diantisipasi,” imbuhnya.

Nyaris bersamaan, banjir juga terjadi di wilayah Karangpawitan, tepatnya di Kampung Sutapura RT. 01/09 Desa Suci akibat meluapnya kali Cigulampeng, lantaran hujan deras mengguyur sore itu.

Kendati tak dilaporkan terdapat korban jiwa atawa kerusakan bangunan, banjir tersebut mengakibatkan belasan rumah warga, serta sebuah bangunan “Pendidikan Anak Usia Dini” (PAUD) terendam air berketinggian sekitar 70 centimeter.

Ketua Rukun Tetangga 01/09 Dadang Juarna katakan, banjir sore itu yang terparah dari beberapa kali kejadian terakhir ini.

“Banjir sebenarnya cukup sering terjadi. Tetapi kemarin itu paling parah. Air masuk rumah. Saya juga takut melihatnya. Untung ada benteng dekat bangunan PAUD. Jika benteng itu jebol, seluruh rumah kampung ini bakal habis diterjang banjir,” ujar Dadang.

Menyusul perisitwa tersebut, dia berharap Pemerintah segera membangun benteng pembatas antara kali Cigulampeng dengan permukiman warga agar aliran air tak masuk ke permukiman.

“Kami inginnya dibenteng. Soalnya kalau tak begitu, tetap bakal banjir apabila terjadi hujan besar. Kami juga jadi was-was terus,” katanya.

Walaupun sempat diguyur hujan deras, bahkan terjadi longsor, dan banjir, peristiwa kebakaran terjadi pula di Karangpawitan nyaris bersamaan.

Dilaporkan sebuah rumah milik Ny. Teten(53) di Kampung Babadakan RT 02/12 Desa Lebakjaya terbakar.

Tak ada korban dalam peristiwa diduga akibat arus pendek listrik itu. Sebab, saat kebakaran, rumah kosong ditinggalkan penghuninya.

“Tak ada korban jiwa. Namun lemari, pesawat TV, kasur terbakar. Api bisa dipadamkan warga setempat dari air hujan,” kata Kepala Kelurahan Lebakjaya Wawan.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here