Bendung Copong Sedot Banyak Pengunjung

Garut News ( Ahad, 14/09 -2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kendati proses pembangunannya belum sepenuhnya tuntas, tetapi banyak penduduk mulai “tersedot” mengunjungi kawasan megaproyek Bendung Copong.

Terutama bisa terlihat pada setiap Sabtu dan Ahad sore.

Genangan air bersumber dari aliran sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat, selain bisa mengairi areal persawahan, juga fisik bangunan bendung besar dengan empat bangunan menara pengawas limpahan air Cimanuk, tampak cukup megah, salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Pengunjung Mejeng. (Foto : John Doddy Hidayat).
Pengunjung Mejeng. (Foto : John Doddy Hidayat).

Terlebih juga terdapat areal taman terlihat masih penataan. Mulai rerumputan hingga tanaman hias dan pohon peneduhnya.

Bahkan aktivitas beberapa penduduk lokal sekitar areal Bendung Copong atawa Irigasi Leuwigoong memiliki daya tarik tersendiri dinikmati.

Yakni para penambang pasir tradisional di sebelah timur bendungan, penjala dan pencari ikan pada bekas aliran sungai Cimanuk sebelah selatan sebelum dipindahkan alirannya ke arah selatan sekarang.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Dari arah Kampung Copong Kelurahan Sukamentri, Bendung Copong tampak megah berlatar Gunungapi Guntur tampak dari jauh.

Terdapat dua akses jalan masuk utama menuju Bendung Copong, dari arah selatan melalui Kampung Copong Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, dan dari arah barat melalui Nengewer Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Lantaran terdapat larangan memasuki kawasan Bendung Copong, umumnya pengunjung hanya menikmati keindahan tembok bangunan Bendung Copong dari pinggiran.

Namun tak sedikit dari mereka tetap masuk ke dalam area proyek sebab penasaran melihat bagaimana Bendung Copong membendung aliran sungai Cimanuk dari dekat.

Beberapa penduduk malahan datang ke Bendung Copong sambil membawa peralatan memancing ikan.

Meski  di pintu masuk areal terdapat larangan memancing di kawasan genangan air Bendung.

Sungai Cimanuk Garut, Masih Kerap Dijadikan Jamban Keluarga.(Foto John Doddy Hidayat).
Sungai Cimanuk Garut, Juga Masih Kerap Dijadikan Jamban Keluarga.(Foto John Doddy Hidayat).

“Belakangan ini memang banyak datang bermain ke bendung. Ada sekadar jalan-jalan dan foto-foto, juga memancing ikan. Kalau benar-benar sudah jadi, sepertinya bakal jadi daerah wisata, ya,” ungkap Jaja(60) warga Kampung Copong Sukamentri Garut Kota, Ahad (14/09-2014).

Menurutnya, pengunjung datang ke sana bukan hanya warga lokal Garut melainkan juga luar Garut.

Tak sedikit pengunjung datang ke Bendung Copong dengan tujuan mengincar kemungkinan bisa memanfaatkan potensi genangan airnya untuk usaha ikan jaring terapung.

“Orang-orang dari Saguling dan Jatiluhur juga pernah datang ke sini. Katanya Bendung Copong ini bagus sekali, dan mereka juga tertarik hendak usaha ikan jaring terapung,” kata Jaja.

Jaja mengaku pula, penasaran ingin melihat bagaimana kondisi Bendung Copong apabila benar-benar rampung pembangunannya, dan pengoperasiannya diresmikan kelak.

“Kalau sekarang ini airnya terlihat normal saja. Tetapi saya penasaran bagaimana kondisinya kalau musim hujan. Sebab sungai Cimanuk ini punya karakter sendiri sulit dicegah. Biasanya di akhir kemarau, atau awal musim hujan,” ujarnya.

Jaja pun berharap, jika Bendung Copong rampung dan diresmikan penggunaannya, maka pemanfaatan airnya terutama untuk perikanan bukan hanya dinikmati mereka bermodal besar, melainkan juga masyarakat sekitar kawasan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut, Uu Saepudin katakan pembangunan fisik bendung utama Bendung Copong tahun ini rampung, namun tinggal pembangunan saluran sekunder untuk bisa mengairi areal persawahan di hilir.

Menurutnya, pembangunan Bendung Copong bagi Daerah Irigasi Leuwi Goong Kabupaten direncanakan sejak 1990.

Bendung Copong direncanakan pula bisa mengairi gabungan jaringan irigasi teknis tersedia menjadi satu kesatuan sistem, sehingga bisa mengairi daerah irigasi seluas 5.271 hektare, mencakup sepuluh kecamatan.

Bendung bersumber  sungai Cimanuk, mata air Cibuyutan, Citameng, Citikey, dan Ciojar itu, direncanakan pula bisa mengairi tiga desa di tiga kecamatan, terdiri Desa Sukamantri Kecamatan Garut Kota,

Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, dan Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment