Bendung Copong Kian Sarat Dipenuhi Lumpur Cimanuk

0
258 views
Sarat Endapat Lumpur Pasca Bencana Amuk Cimanuk.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 15/10 – 2016 ).

Sarat Endapat Lumpur Pasca Bencana Amuk Cimanuk.
Sarat Endapat Lumpur Pasca Bencana Amuk Cimanuk.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (15/10-2016).

Memotret kondisi Bendung Copong maupun Leuwigoong Garut, Jawa Barat, paska bencana amuk Sungai Cimanuk.

Amuk sungai dengan puncak ketinggian muka air mencapai hingga di atas delapan meter tersebut, pada Selasa tengah malam (20/09-2016) itu.

Sampai sekarang, masih menyisakan sarat endapan lumpur tebal dan pekat pada seputar kawasan bendung ini.

Endapan Lumpur Pekat.
Endapan Lumpur Pekat.

Kawasan seputar pembangunan Mega Proyek Bendung Copong, yang launching dimulai pengerjaannya di Garut berlangsung sejak Juni 2004 atawa 12 tahun lalu oleh presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Selain untuk mengairi ribuan hektare sawah, juga berpotensi bisa dijadikan obyek wisata menarik.

Pembangunan bendung yang kini tuntas tersebut, selama ini setiap hari-hari libur kian banyak didatangi penduduk sekitarnya sambil berolahraga pagi.

Bahkan pada siang dan sore pun, banyak didatangi pengunjung sekedar berfoto berlatar belakang komplek bangunan itu.

aa1012Sedangkan pada sisi kiri bendung ini, kerap terdapat penduduk menjala ikan atawa memancing.

Bergenangan air bersumber dari aliran sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat, bisa mengairi areal persawahan, juga fisik bangunan bendung besar dengan empat bangunan menara pengawas limpahan air Cimanuk, tampak cukup megah, menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Terlebih juga terdapat areal taman terlihat masih penataan. Mulai rerumputan hingga tanaman hias dan pohon peneduhnya.

Bahkan menurut penduduk lokal sekitar areal bendung atawa Irigasi Leuwigoong itu, memiliki daya tarik tersendiri dinikmati.

Air Berlumpur.
Air Berlumpur.

Yakni terdapatnya para penambang pasir tradisional pada hilir bendungan, penjala dan pencari ikan pada bekas aliran sungai Cimanuk sebelum dipindahkan alirannya ke arah selatan sekarang.

Dari arah Kampung Copong Kelurahan Sukamentri, Bendung Copong tampak megah berlatar Gunungapi Guntur tampak dari kejauhan.

Terdapat dua akses jalan masuk utama menuju Bendung Copong, dari arah selatan melalui Kampung Copong Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, dan dari arah barat melalui Nangewer Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi.

Nyaris Penuhi Kantong Lumpur.
Nyaris Penuhi Kantong Lumpur.

Lantaran terdapat larangan memasuki kawasan Bendung Copong, banyak pengunjung hanya menikmati keindahan tembok bangunan Bendung Copong dari pinggiran.

Namun tak sedikit dari mereka tetap masuk ke dalam area proyek sebab penasaran melihat bagaimana Bendung Copong membendung aliran sungai Cimanuk dari dekat.

Beberapa penduduk malahan datang ke Bendung Copong sambil membawa peralatan memancing ikan.

Meski di pintu masuk areal terdapat larangan memancing di kawasan genangan air Bendung.

“Belakangan ini memang banyak datang bermain ke bendung. Ada sekadar jalan-jalan dan foto-foto, juga memancing ikan. Kalau benar-benar sudah jadi, sepertinya bakal jadi daerah wisata, ya,” ungkap Jaja(60) warga Kampung Copong Sukamentri Garut Kota, Ahad.

Kata dia, pengunjung datang ke sana bukan hanya warga lokal Garut melainkan juga luar Garut.

Kondisi Air yang Tak lagi Bersih dan Bening.
Kondisi Air yang Tak lagi Bersih dan Bening.

Tak sedikit pengunjung datang ke Bendung Copong dengan tujuan mengincar kemungkinan bisa memanfaatkan potensi genangan airnya untuk usaha ikan jaring terapung.

“Orang-orang dari Saguling dan Jatiluhur juga pernah datang ke sini. Katanya Bendung Copong ini bagus sekali, dan mereka juga tertarik hendak usaha ikan jaring terapung,” kata Jaja.

Jaja mengaku pula, penasaran ingin melihat bagaimana kondisi Bendung Copong apabila benar-benar rampung pembangunannya, dan pengoperasiannya diresmikan kelak.

“Meski sungai Cimanuk ini punya karakter sendiri sulit dicegah. Biasanya di akhir kemarau, atau awal musim hujan,” ujarnya.

Jaja pun berharap, jika Bendung Copong rampung dan diresmikan penggunaannya, maka pemanfaatan airnya terutama untuk perikanan bukan hanya dinikmati mereka bermodal besar, melainkan juga masyarakat sekitar kawasan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut, Uu Saepudin katakan pembangunan fisik bendung utama Bendung Copong rampung, namun tinggal pembangunan saluran sekunder untuk bisa mengairi areal persawahan di hilir.

Menurutnya, pembangunan Bendung Copong bagi Daerah Irigasi Leuwi Goong Kabupaten direncanakan sejak 1990.

Bendung Copong direncanakan pula bisa mengairi gabungan jaringan irigasi teknis tersedia menjadi satu kesatuan sistem, sehingga bisa mengairi daerah irigasi seluas 5.271 hektare, mencakup sepuluh kecamatan.

Bendung bersumber sungai Cimanuk, mata air Cibuyutan, Citameng, Citikey, dan Ciojar itu, direncanakan pula bisa mengairi tiga desa di tiga kecamatan, terdiri Desa Sukamantri Kecamatan Garut Kota, Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, dan Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

 

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here