Bencana Gempa

0
8 views
Gempa Bumi (Ilustrasi). Foto: pixabay

Kamis 04 Oct 2018 13:13 WIB
Red: Agung Sasongko

“Bencana gempa telah terjadi sejak lama di mana-mana”

REPUBLIKA.CO.ID, OLEH USEP ROMLI HM

Gempa Bumi (Ilustrasi). Foto: pixabay

Teriring simpati dan duka cita mendalam kepada para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan sekitarnya. Semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di hadirat Allah SWT. Yang luka-luka segera mendapat kesembuhan serta semuanya mendapat ganti yang lebih baik daripada yang lenyap oleh musibah.

Bencana gempa telah terjadi sejak lama di mana-mana. Dalam Alquran surah al-Araf ayat 79 dikisahkan, gempa hebat telah menghancurkan bangsa Samud yang menolak dakwah Nabi Saleh (6000 Sebelum Masehi). Hingga sekarang, hampir tiap hari terjadi gempa bumi, baik skala kecil maupun skala besar, karena memang sudah sunnatullah (ketentuan Allah SWT) yang dapat ditelusuri oleh ilmu pengetahuan modern.

Surah Alquran nomor 99, al-Zilzalah (Gempa), mengisahkan gempa yang tak terukur kedahsyatannya. Tatkala bumi digoncangkan segoncang-goncangnya, mengeluarkan segala isi kandungannya, membuat manusia bertanya-tanya, ‘mengapa ini begini?’ (al-Zilzalah: 1-3).

Pada saat itu, yang berlaku hanya keimanan kepada Allah SWT dan amal saleh kepada sesama manusia. Segala kebaikan, walaupun hanya sekecil kepul debu, tercatat nyata dan mendapat ganjaran. Begitu pula segala kejahatan, walaupun hanya sekecil kepul debu, tercatat lengkap dan mendapatkan siksa.

Entah kapan waktunya. Hanya kita sebagai makhluk terlemah di jagat raya harus selalu siaga dengan memperkuat keimanan kepada Allah SWT Maha Penguasa Langit dan Bumi beserta segenap isinya dan memperbanyak amal saleh kepada sesama manusia, sekaligus meninggalkan segala dosa kemaksiatan.

Kecuali Allah SWT yang mengetahui waktu Hari Kiamat. Ketika sebagian orang bertanya kepada Nabi SAW, kapan kiamat terjadi, beliau, atas perintah Allah, menjawab tegas: Innama ilmuha inda Robbi. “Soal itu hanya Allah sembahanku, yang mengetahuinya.” (QS al-A’raf: 187).

Akan tetapi, tanda-tanda kiamat sudah dapat terdeteksi. Banyak hadis sahih yang menunjukkan gejala- gejala hari kiamat. Antara lain, makin merajalela sikap kufur (menye leweng kan) nikmat, mengalahkan syukur nikmat sehingga menimbulkan dampak negatif di tengah kehidupan sehari-hari, berupa sikap berbuat seenak perut (al-bathar), menumpuk-numpuk harta (at- takatsur), persaingan tidak sehat (at-tanafus), saling membenci (at-tabaghud), saling hasut dan dendam (at-tahasud), zalim-menzalimi (al-baghyu), yang berpuncak pada saling membunuh (al-haraj). Demikian hadis riwayat Imam ath-Thabarani dan Ibnu Abi Dunya.

Tanda-tanda lain adalah banyaknya bencana akibat kerusakan alam di mana-mana, yang bersumber dari perbuatan manusia. Firman Allah SWT, Telah tampak kerusakan di daratan dan lautan karena segala perbuatan tangan-tangan manusia agar Dia menimpakan (peringatan) kepada mereka untuk menyadari dan kembali ke jalan benar. (QS ar-Rum:41).

Menghadapi segala macam bencana, yang merupakan pertanda kiamat, tak ada jalan lain selain segera dan selalu meneguhkan keimanan kepada Allah SWT dengan cara sungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya dan sekaligus secara sungguh-sungguh pula meninggalkan segala larangan-Nya.

Serta, terus-menerus meningkatkan kebaikan kepada sesama manusia, baik melalui harta (sedekah infak, wakaf, jariyah), ilmu (mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan), maupun tenaga (gotong royong membantu para korban).

*********

Republika.co.id