Bencana Alam Garut Bisa Dijadikan Potensi Wisata Ilmiah

0
99 views

“Garut Sangat Mendesak Segera Miliki Deteksi Peringatan Dini Bencana”

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 20/12 – 2014 ).

Dik Dik Hendrajaya.
Dik Dik Hendrajaya.

Bencana alam di Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini dinilai bisa dijadikan potensi wisata ilmiah, khususnya bagi kalangan ilmuwan termasuk ilmuwan dari mancanegara, yang memiliki minat besar menyelenggarakan penelitian.

Lantaran nyaris seluruh wilayah kabupaten ini, dikepung potensi beragam jenis bencana. Di antaranya bencana tanah longsor, banjir bandang dan banjir lumpur, amukan angin puting beliung, erupsi gunungapi, tsunami, gempa bumi, serta kebakaran hutan.

Sehingga penduduk sekitarnya pun, kudu senantiasa masif diadvokasi agar terjalin “harmoni” dengan bencana alam, ungkap Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat Dik Dik Hendrajaya, Sabtu (20/12-2014).

Didesak pertanyaan Garut News, dia mengemukakan di wilayahnya kerap terjadi sehari bisa terdapat lima ragam bencana pada waktu nyaris bersamaan p

Kemasan Makanan dan Minuman Siap Saji Tanggap Darurat Bencana.
Kemasan Makanan dan Minuman Siap Saji Tanggap Darurat Bencana.

ula.

Sehingga sangat mendesak segera dimilikinya beragam piranti diteksi peringatan dini, terutama deteksi peringatan dini bencana tanah longsor, atawa tanah bergerak, katanya.

Selain itu, kata Hendrajaya, juga mendesak diperlukan rencana kontigensi bencana longsor dan banjir, sebab selama ini yang dimiliki hanya rencana kontigensi erupsi gunungapi.

Padahal diperlukan pula rencana kotigensi potensi tsunami, yang seluruhnya diproduk dari hasil pembahasan pelbagai institusi teknis terkait.

Kembali didesak pertanyaan Garut News mengenai mitigasi, Dik Dik katakan dimilikinya program pencegahan dini dan pengurangan resiko bencana.

Antara lain berupa penyampaian pemahaman pada masyarakat, sosialisasi juga simulasi, terbentuknya relawan siaga desa di pedesaan tentang kebencanaan.

Penjual Bakso Beroda Dorong Terkesima Saksikan Luapan Sungai Cimanuk, Sabtu (20/12-2014).
Penjual Bakso Beroda Dorong Terkesima Saksikan Luapan Sungai Cimanuk, Sabtu (20/12-2014).

Juga pemahaman kebencanaan pada kalangan pelajar sebagai generasi muda, sekolah aman bencana gempa bumi, dan gunung meletus.

Dibentuk pula Desa/kelurahan Tangguh, antara lain Desa/Kelurahan Pananjung Tarogong Kaler, yang sangat berdekatan dengan Gunungapi Guntur, mereka selama ini mendapatkan sosialisasi dan simulasi tentang bencana kegunungapian.

Terdapat juga Desa/Kelurahan tangguh Ciwalen Garut Kota, lantaran selama ini pun kerap dilanda banjir, sedangkan penduduk di Desa Cigedug mendapatkan pemahaman fenomena gempa bumi tektonik, dan desa/kelurahan lainnya sesuai dengan potensi bencana masing-masing.

Luapan Sungai Cimanuk, Sabtu (20/12-2014).
Luapan Sungai Cimanuk, Sabtu (20/12-2014).

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS), hendaknya pula bisa menjadi perilaku setiap seluruh komponen dan elemen masyarakat, di antaranya tak menbuang sampah pada sembarang tempat.

Guna mewujudkan Garut Bermartabat, Nyaman dan Sejahtera, imbuh Hendrajaya, menyerukan.

Bahkan pihaknya pun mengirimkan Radiogram bernomor 360/2627/BPBD/2014  tertanggal 21 Oktober 2014, tentang kesiap-siagaan dan kewaspadaan mengenai peralihan musim.

Pemukiman Penduduk dan Areal Persawahan Pada Bibir Lereng Gunungapi Guntur.
Pemukiman Penduduk dan Areal Persawahan Pada Bibir Lereng Gunungapi Guntur.

Radiogram itu, ditujukan pada setiap seluruh SKPD, para camat se Kabupaten Garut, inilah antara lain mitigasi dilaksanakan, katanya pula.

BPBD Garut, juga menuntaskan pemasangan piranti 120 jalur evakuasi, dan 120 titik kumpul di wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet dan Kecamatan Caringin.

Perangkat ini, bantuan BNPB Pusat melalui BPBD provinsi Jawa Barat, juga terdapat buku draf pengurangan resiko bencana.

Pos Pengamatan Gunungapi Guntur, Jum'at (19/12-2014) Sore.
Pos Pengamatan Gunungapi Guntur, Jum’at (19/12-2014) Sore.
Karya dan Foto : John Doddy Hidayat.
Karya dan Foto : John Doddy Hidayat.

Berdasar jurnal ilmiah ditulis New Camb, Wahyu Triyoso peneliti gempa dari ITB, memerkirakan salah satu potensi tsunami ada di Selatan Sukabumi, Jabar, dengan maksimum magnitudo 8,7.

Gempa besar di daerah ini terjadi sekitar 300 tahun lalu, dan belum terulang lagi !!!.

 

*******

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here