Bekas Kemasan Pembungkus Kopi Bahan Industri kreatif

0
214 views

Garut News ( Rabu, 05/11 – 2014 ).

Salah Satu Bentuk Nyata Kreativitas. (Foto : John Doddy Hidayat).
Salah Satu Bentuk Nyata Kreativitas. (Foto : John Doddy Hidayat).

Bekas kemasan pembungkus kopi berbahan plastik selama ini melimpah pada pelbagai tempat. Ternyata dijadikan peluang oleh Ami Siti Hertina.

Mojang 27 tahun lulusan SLB C Yayasan Karya Bakti Garut tersebut, menjadikan bekas kemasan itu, tak sekadar limbah sampah.

Melainkan selama ini bisa disulapnya menjadi barang berharga, berupa produk kerajinan bisa bernilai ekonomi cukup tinggi.

Di tangannya yang terampil, kemasan pembungkus kopi instan kerap diremehkan banyak orang ini, justru dapat diubah menjadi karpet, taplak meja, keranjang, dan dompet cantik serba guna.

Padahal Ami pun, sebenarnya dibekali keterampilan menjahit selama mengikuti pendidikan di sekolahnya.

Namun bidang menjahit dirasakan di kurang menarik perhatian.

Dia justru lebih tertarik pada keterampilan meronce pembungkus kopi instan menjadi aneka produk kerajinan tangan diperolehnya dari mengikuti kursus keterampilan pada sebuah lembaga kursus.

“Kebetulan Paman saya dagang kopi. Jadi bahan baku untuk kerajinan tangan saya butuhkan mudah didapat. Lagi pula, sayang kalau bungkus-bungkus kopi itu dibiarkan jadi sampah. Tentu lebih bagus kalau dimanfaatkan menjadi sesuatu lebih berguna. Ya, hitung-hitung turut mengurangi limbah sampah kian hari makin menggunung,” tuturnya, Rabu (05/11-2014).

Ami sempat hendak menyerah menggeluti kerajinan dari pembungkus kopi instan lantaran ternyata membuat sesuatu produk kerajinan cantik dari pembungkus kopi instan itu tak mudah.

Terutama dalam membuat jalinan sudut-sudutnya.

Hatinya semakin bersemangat mengembangkan keterampilannya tersebut, ketika hasilnya menarik perhatian sejumlah orang. Khususnya kaum ibu.

“Sewaktu ikut senam asma di lapang sekitar Klinik Paru di Jalan RSU, saya coba bawa taplak. Ternyata dipesan ibu-ibu. Bahkan belakangan ada orang dari Yogyakarta pesan karpet, dan dompet,” ungkapnya bahagia.

Bertahap, Ami mulai memberanikan diri memasarkan produknya menjelang memasuki 2014 dengan mengusung nama Kreatif Creativa.

Modal pertama usahanya hanya Rp200 ribu, katanya.

Sayang, banyak pesanan tak dapat dipenuhi sebab terbentur permodalan terbatas. Dia juga membutuhkan bantuan tenaga kerja lainnya.

Lantaran semua produk kerajinan berbahankan bekas pembungkus kopi instan itu hingga kini masih dikerjakannya sendirian di rumahnya di Perumahan Intan Regency Blok F 5 Kecamatan Tarogong Kidul.

Kendati ayahnya seorang PNS di lingkungan Pemkab, gadis kelahiran 23 September 1987 itu tak ingin membebani orang tuanya.

Dengan segala keterbatasannya, anak pertama dari tiga bersaudara buah perkawinan suami isteri Agus Heryanto dengan Uum Suminar itu bertekad bisa mandiri dengan hasil keringatnya sendiri.

Dia juga berobsesi menjaring teman-temannya sesama lulusan SLB bergabung dalam satu wadah wirausaha demi mewujudkan harapan hidup mandiri.

Ami mematok harga produk kerajinan bekas pembungkus kopi instannya cukup terjangkau pelbagai kalangan.

Keranjang kecil dipatok seharga Rp20.000 per buah, keranjang besar Rp25.000, taplak meja cantik kecil Rp15.000, taplak meja besar Rp20.000, dompet serba guna Rp19.000, karpet ukuran satu meter Rp50.000, dan karpet ukuran setengah meter Rp30.000 per buah.

*******

Noel, Jdh.