Bedah Buku/Dialog Publik Menyongsong Pemilu Legislatif 2014

by

Garut News ( Selasa, 11/03 – 2014 ).

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.

Tahun 2014 ini, tahun politik terkait penyelenggaraan pesta demokrasi Bangsa Indonesia.

Menyongsong Pemilu 2014, dilaksanakan dua kali yakni Pemilu Legislatif pada 9 April 2014 memilih para anggota DPR, DPD dan DPRD, serta Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014 memilih Presiden dan Wakil Presiden RI masa jabatan 2014 – 2019.

Sedangkan agenda bedah buku PEMILU Bupati Garut 2013, serta sosialisasi PEMILU Legislatif 2014 ini, diharapkan mampu meletakkan dasar-dasar dinamika kehidupan politik warga, khususnya bagi para stakeholder atawa “pemangku kewajiban” PEMILU, agar terlaksana lebih baik, tertib, aman, dan berkualitas.

Bertemakan : “ Tahun Politik 2014 ; Refleksi Partisipasi Politik dan Demokrasi Yang Membelajarkan dan Berkeadaban”.

Tujuannya; Meningkatkan partisipasi politik warga masyarakat pada penyelenggaraan PEMILU Legislatif 2014 yang adil, jujur, demokratis, aman, dan berkualitas, serta membina sinergisitas penyelenggara, dan stakholder PEMILU dalam upaya pembelajaran, meningkatkan kedewasaan, dan kesadaran partisipasi politik warga masyarakat.

Materi dan Narasumber ;

  1. Refleksi Pemilu Bupati Garut Tahun 2013 disajikan : Aja Rowi Karim, M.Ag (KPU 2009 – 2014)
  2. PEMILU 2014 ; Harapan dan Tantangan dipresentasikan : Ketua KPU Garut 2014 – 2019
  3. Pembangunan Demokrasi Berkeadaban dan Membelajarkan dipaparkan : Ketua PANWASLU Garut 2014
  4. Partisipasi Politik Warga & PEMILU 2014  detail dikemukakan : Rofiq Azhar ( LP2M STAIM Garut )

Helatan itu, dimoderatori Zaki Resmana Saleh, SH ( Bupati Bianglala )

Rofiq Azhar ( LP2M STAIM Garut )
Rofiq Azhar ( LP2M STAIM Garut ). Foto : John Doddy Hidayat.

Dibuka Bupati Garut H. Rudi Gunawan, SH., MH., MP sementara narasumber KPU Garut tak hadir, Panwaslu diwakili Hj. Ipa Hafsiah Yakin, SE, M.Si, MM,.

Peserta kegiatan warga masyarakat memiliki hak pilih terdiri para pimpinan ormas dan LSM, partai politik, calon legislatif, akademisi, guru, kaum profesional, dan masyarakat pemuda, mahasiswa, pelajar, dan penyelenggara pemilu, berjumlah sekitar  500 peserta hadir.

Penyelenggaraan Bedah Buku, dan Dialog Publik ini didesain melalaui refleksi buku Dialektika PEMILU Bupati 2013, dan dialog publik dengan seluruh stakeholder, dan civitas aktifitas penyelenggara PEMILU Se-Kabupaten Garut, diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, ungkap Rofiq Azhar kepada Garut News, Selasa (11/03-2014).

Terdapat beberapa catatan pada upaya meningkatkan partisipasi politik warga ; Partisipasi politik warga kecenderungan menurun dari tahun ke tahun.

Tahun 1999 partisipasi pemilih 92%, 2004 mencapai 84%, dan tahun 2009 hanya 71%, sehingga 2014 berapa persen partisipasi politik warga ??.

Sedangkan target KPU Garut 77 %, bagaimana strategi penyelenggara PEMILU menyukseskan pesta demokrasi tersebut ??.

Partai politik peserta pemilu perlu mencermati faktor faktor memengaruhi perubahan pilihan politik warga.

Faktor issue strategis, dan kebijakan politik menjadi faktor dominan menentukan pilihan warga masyarakat.

Komunikasi politik, kampanye, kepemimpinan, dan figuritas partai, serta akibat kekecewaan terhadap kebijakan partai, dan perilaku pengurus/kader partai faktor, bisa berkontribusi terhadap pilihan politik.

Perlu menggerakkan relawan demokrasi, dan pengawasan pemilu sebagai penggerak partisipasi warga masyarakat menyukseskan pemilu 2014.

Penyelenggara PEMILU, dan pihak berwenang lainnya mesti bersikap tegas, dan memberikan sanksi terhadap partai politik melakukan pelanggaran, dan tindak pidana pemilu.

Pada dialog tersebut salah satu nara sumber memberikan pandangan terkait partai politik peserta pemilu.

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.

Perlu dibedakan antara ‘partai politik’ dengan ‘partai peserta pemilu’.

Partai politik, partai memiliki platform nilai maupun ideologi, serta berperan melakukan pendidikan politik, kaderisasi partai, dan untuk kesejahteraan rakyat.

Tetapi, partai peserta pemilu, partai terlibat pada pesta demokrasi lima tahunan, lebih mengutamakan penggalangan suara, meraih kemenangan, dan merebut kekuasaan.

Nampaknya mereka lebih memerhatikan syahwat kuasa, daripada upaya pendidikan politik, dan kesejahteraan masyarakat. cermati aj…

Catatan akhir bedah buku dan dialog publik, jika bisa dikatakan sebagai rekomendasi sebagai berikut ;

Pertama, adanya Kesamaan persepsi terhadap penyelenggaraan Pemilu berkualitas, dan berkeadaban.

Kedua, seluruh stakeholder Pemilu khususnya KPU dan PANWASLU, serta MUSPIDA, Partai Politik, Ormas, NGO, lembaga pendidikan, dan warga masyarakat lainnya, hendaknya berupaya meningkatkan kesadaran, dan partisipasi politik warga pada pelaksanaan pemilu 9 April 2014.

Ketiga, persoalan dan dinamika pada setiap tahap pemilu mesti disikapi dengan tak mendahulukan kepentingan individu, kelompok dan partai politik tertentu, melainkan mengutamakan kepentingan rakyat, serta tak mengorbankan kepentingan rakyat banyak, demi terlaksananya demokrasi lebih bermoral, dan berkualitas.

Demikian mengemuka dari Rofiq Azhar ( LP2M STAIM Garut ).

*****

John.