Baznas Garut Tunjang Usaha Produktif Masyarakat Miskin

0
30 views
Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si

Garut News ( Rabu, 22/11 – 2017 ).

Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si

Ketua “Badan Amil Zakat Nasional” (BAZNAS) Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, S.Ag., M.Si katakan lembaganya senantiasa menunjang bidang apapun pada pengembangan usaha produktif masyarakat miskin.

Bahkan juga mendukung pemberian bantuan dana stimulan Rp7,5 juta guna mewujudkan   “Open Defecation Free” (ODF) maupun kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak “buang air besar sembarangan” (BABS), ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (22/11-2017).

ODF di Kampung Saar Desa Cintarasa Kecamatan Malangbong tersebut, berupa pembangunan sanitasi kesehatan lingkungan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten setempat.

Merupakan satu dari lima usulan ODF yang diusulkan, lantaran Baznas hanya memberikan stimulan kepada masyarakat yang paling kuat kegiatan swadayanya, menyusul total biaya pembangunannya setiap unit bisa menelan dana berkisar Rp25 juta hingga Rp45 juta.

Bantuan stimulan dari Baznas Garut juga diberikan kepada Pengurus Masjid Al Falah Malangbong bernilai Rp8 juta untuk membangun penutup beranda masjid berukuran 48 m2, yang total biayanya bisa mencapai Rp15 juta.

Kemudian pada November dan Desember 2017 ini, bisa digelontorkan bantuan stimulan untuk ODF masing-masing pada lima wilayah kecamatan, apabila dinilai memiliki keswadayaan tinggi masyarakatnya.

Dikemukakan pula, jika terealisasi potensi perolehan dari 12 jenis zakat mal di kabupatennya bisa mencapai Rp300 miliar setiap tahun, atau berkisar Rp4 miliar hingga Rp5 miliar setiap bulan.

Sehingga pada 2018 mendatang diupayakan dari zakat mal itu, bisa diperoleh pengumpulannya sekitar Rp3 miliar.

Sehingga bisa dialokasikan 20 persen dari program pengeluaran diperuntukan bagi bidang sosial dan usaha produktif penduduk miskin, jika setiap bulan bisa dihimpun perolehan dana zakat mal berkisar Rp500 juta hingga Rp700 juta setiap bulan.

Juga apabila diperoleh dari dana infak berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar setiap bulan, ujar Aas Kosasih.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.