Baznas Garut Dukung Terwujudnya Masyarakat Garut Sejahtera

0
36 views
Ist.
Ist.

Ketua “Badan Amil Zakat Nasional” (Baznas) Kabupaten Garut Rofiq Azhar, MM Bersama Keluarga Beserta Seluruh Jajaran keluarga Besar Baznas kabupaten setempat. Menyampaikan : Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi Ke-203 Garut (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2016).

“Dengan Semangat Hari Jadi Garut Ke-203 Tahun 2016, Kita Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Wilayah dan Kualitas Pelayanan Dasar Menuju Masyarakat Garut yang Sejahtera”

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman kembali mengingatkan pejabat di lingkungan Pemkab/Setda Garut, khususnya para pejabat struktural eselon dua dan tiga, berkewajiban menjadi “muzaki” atawa mengeluarkan zakat.

Pengelola Baznas Kab. Garut.
Soliditas Pengelola Baznas Kab. Garut.

“Sehingga mulai 2016 mendatang, diupayakan mereka bisa seluruhnya melaksanakan kewajibannya itu,” tandasnya.

Lantaran kata dia, zakat ini merupakan perangkat dipastikan bisa memberikan “keberkahan” berupa pemberian bantuan produktif bagi masyarakat fakir, dan miskin. Sehingga mampu hidup sehat, berpendidikan, serta berdaya beli.

Karenanya, pada lingkungan intern Pemda. Mengumpulkan para pejabat sekaligus mengevaluasi sejauhmana implemtasi pelaksanaan kewajiban mereka membayar zakat.

Dikemukakan pula, manfaat zakat yang lebih fokus dibandingkan sumber dana lainnya, maka sangat diharapkan bisa menunjang upaya peningkatan kualitas “Indek Pembangunan Manusia” (IPM) Garut, yang kini malahan bertengger pada urutan kedua dari bawah di 27 kabupaten/kota se Jabar.

Wujudkan “Sinergitas dan Optimalisasi Penghimpunan Dana ZIS dalam Memberdayakan dan Memandirikan Warga Masyarakat”
Wujudkan “Sinergitas dan Optimalisasi Penghimpunan Dana ZIS dalam Memberdayakan dan Memandirikan Warga Masyarakat”

Menyusul kondisi IPM tersebut, menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakatnya. Bahkan IPM, “Indek Kepuasan Masyarakat” (IKM), serta “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) itu, menunjukan kondisi perkembangan daerah. IKM Garut masih pada urutan ke-13.

Diingatkan pula, masyarakat pun memerlukan penjelasan detail mengenai kemana saja dana zakat tersebut, disalurkan. Sehingga bisa diharapkan terwujudnya negeri bersih yang ragam potensinya bisa dirasakan manfaat sebesar-besarnya oleh masyarakat, imbuhnya.

Maka zakat sebagai kewajiban, hendaknya bisa senantiasa membawa berkah bagi penerima manfaat, demikian pula bagi para pengelolanya.

Pembukaan Rakor UPZ.
Pembukaan Rakor UPZ.

Dikatakan, Perkebunan Cisompet setiap bulannya membayarkan upah pada karyawan mencapai sekitar Rp1,5 miliar, disusul Perkebunan Condong setiap bulannya memberikan upah karyawan mencapai Rp2,5 miliar, itulah potensi perolehan zakat, yang hendaknya bisa digali serta dimanfaatkan.

Ketua Baznas kabupaten setempat Rofiq Azhar menyatakan, sangat diperlukannya “Sinergitas dan Optimalisasi Penghimpunan Dana ZIS dalam Memberdayakan dan Memandirikan Warga Masyarakat”

*******