Banyak Rumah Penduduk Garut Dikepung Sarang Tawon

0
4 views
Sengatannya Bisa Mematikan.
Petugas Mengevakuasi Sarang Tawon di Malam Hari.

“Petugas Terkapar Disengat Serangga Tersebut, Pagutannya Bisa Mematikan”

Garut News ( Sabtu, 11/01 – 2020 ).

Keterbatasan jumlah personel bahkan biaya operasional menjadikan petugas Disdamkar Kabupaten Garut kewalahan melayani banyaknya permintaan masyarakat pada kegiatan penyelamatan non kebakaran di pelbagai tempat. Di antaranya evakuasi sarang tawon.

Sarang tawon selama ini meresahkan penduduk Garut. Malahan menelan satu korban tewas seorang pelajar SD di Kampung Nangela Cikedokan Bayongbong pada 20 November 2019 silam.

Kepala Disdamkar Garut Aah Anwar Saepuloh melalui Kabid Operasi dan Penyelamatan Wawan Sobarwan, dari 170 kejadian penyelamatan non kebakaran di wilayahnya selama 2019, ada 146 kasus di antaranya mengevakuasi sarang tawon.

Sedangkan kasus lainnya menyangkut peristiwa pohon tumbang (8), evakuasi kucing (4), evakuasi ular (3), penanganan banjir (3), evakuasi orang masuk sumur (2), evakuasi orang tenggelam di laut (1), evakuasi kendaraan (1), penyelamatan orang kesetrum (1), evakuasi burung hantu (1), dan evakuasi biawak (1).

Permintaan evakuasi sarang tawon pun memuncak selama Nopember, dan Desember, katanya.

“Nyaris setiap hari ada permintaan evakuasi sarang tawon. Dalam satu hari bahkan bisa empat kali petugas diturunkan mengevakuasi sarang tawon, Hingga ada yang masuk daftar tunggu,” ungkap Wawan, Kamis (09/01-2020).

Banyaknya permintaan tersebut, maka tak pelak menjadikan pembahasan di antara pegawai Disdamkar. Lantaran, jumlah petugas bisa diterjunkan sangat terbatas. Itu pun tak ada biaya operasional secara khusus dianggarkan keperluan tersebut.

“Dalam satu kali evakuasi sarang tawon dibutuhkan bahan bakar bensin untuk menyiram sarang tawon, dan dibutuhkan kapas menutup lubang-lubang pada sarangnya itu. Petugas diturunkan juga dua, atau empat orang diambil dari 12 petugas piket di kantor pusat,” ujarnya.

Evakuasi biasanya dilakukan pada malam hari. Guna memudahkan petugas sekaligus menghindari kemungkinan serangan tawon beterbangan liar menyergap warga maupun petugas. Pada malam hari, tawon-tawon tinggal di sarangnya.

Jenis tawon dievakuasi juga beragam. Namun semuanya terbilang membahayakan. Tawon merupakan serangga sensitif. Jika terganggu, hewan tersebut akan balik menyerang.

“Sepulang evakuasi tawon dari Samarang, saya juga dikejar tawon yang lolos sampai di Simpang Lima Tarogong Kidul. Padahal saya pakai kendaraan,” katanya pula.

Dikemukakan, seorang petugas sempat terkapar akibat diserang tawon pada bagian tengkuknya sewaktu mengevakuasi di daerah Cibatu. Petugas tersebut kemudian dievakuasi ke rumah sakit, dan dirawat selama sepekan akibat kejadian tersebut.

“Dia disengat pada bagian tengkuknya. Mungkin kena saraf. Soalnya, waktu disengat itu, langsung terjatuh, dan kejang-kejang,” ujarnya.

Memasuki 2019, terhitung per 1 Januari hingga kini, di Bagian Piket pada Kantor Disdamkar Garut terdapat sembilan permintaan warga akan evakuasi sarang tawon. Namun delapan kasus di antaranya sudah ditangani.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here