Banyak Ruas Jalan Polos Tanpa Marka Jalan

0
21 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 25/01 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Menghilangnya sarana marka jalan ternyata tak hanya pada sejumlah ruas jalan di wilayah pelosok, melainkan juga di kawasan perkotaan. Termasuk kawasan Garut Kota.

Sehingga para pengguna jasa jalan di Kabupaten Garut, banyak menyesalkan saratnya marka jalan yang lenyap di ruas jalan kabupaten. Terdapatnya kondisi tersebut seusai pelapisan ulang badan jalan berkonstruksi hotmix 2015.

Padahal, fungsi marka jalan antara lain sangat dibutuhkan pengendara untuk menghindari terjadinya kecelakaan selama berkendaraan. Terutama pada malam hari.

Perkotaan.
Perkotaan.

Marka jalan tertutup aspal baru akibat pelapisan ulang itu tak segera dibuatkan lagi oleh dinas maupun instansi terkait. Sehingga para pengendara kesulitan mengetahui batas-batas tepi ruas jalan maupun batas pembagian jalur jalan.

“Kita enggak tahu mana batas jalannya. Soalnya, yang kelihatan hanya hitam aspal. Mending kalau siang. Tetapi setiap malam, sulit membedakan, mana jalan, mana tanah batas jalan. Bisa-bisa terperosok. Apalagi jika hujan,” ungkap Sopyan(48) penduduk Garut Kota, Ahad (24/01-2016).

Pantauan lapangan menunjukkan, sejumlah marka jalan yang lenyap di kawasan Garut Kota antara lain pada sebagian ruas Jalan Ahmad Yani, kemudian ruas Jalan Cikurai, Jalan Ciledug, Jalan Mandalagiri, Jalan Siliwangi, dan Jalan Guntur. Juga di Jalan Cijayana-Bungbulang, dan sekitarnya di wilayah selatan Kabupaten Garut.

Bahkan marka jalur, dan marka kuning (yellow box) di jalur Jalan Raya Cibatu-Kersamanah menghilang pula.
Pada ruas Jalan Ahmad Yani Garut Kota, yang sudah dibuatkan marka jalan hanya sekitar Lapang Otto Iskandardinata (Alun-alun Garut) hingga perempatan Jalan Bharatayudha.

Namun zebra cross sebelumnya terdapat di pusat kota Garut atau Pengkolan itu, juga hilang dan belum dibuatkan lagi. Sehingga pejalan kaki tak nyaman menyeberang.

Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten setempat mengakui banyak marka jalan hilang di sejumlah ruas jalan kabupaten ini.

“Memang marka jalan banyak hilang. Belum lagi zebra cross, garis pembatas parkir, center line atau garis putih terputus-putus,” kata Kabid Lalu Lintas dan Rekayasa Jalan pada Dishub Garut Bambang Rudijanto.

Pihaknya meminta pertanggungjawaban Dinas Binamarga atas banyaknya marka jalan hilang tertimpa pelapisan ulang dengan hotmix itu, dan segera mengerjakan pembuatan marka jalan. Sebab Dishub pun tak mendapatkan alokasi dana cukup untuk pengerjaan marka jalan, center line, zebra cross dan lainnya pendukung sarana jalan Tahun Anggaran 2016.

“Kita berkoordinasi dengan Dinas Binamarga, dan mereka menyanggupi menyelesaikan pengerjaan marka jalan ini. Tetapi sampai sekarang, belum jelas tindak lanjutnya. Marka jalan pembagi jalur misalnya, sangat penting agar pengguna bisa tertib berkendaraan. Terlebih jalan protokol, tak baik kalau dibiarkan hitam polos tanpa marka,” imbuh Bambang.

Kepala Dinas Binamarga Eded Komara Nugraha katakan, pihaknya akan melakukan pengerjaan kembali marka jalan, atau center line hilang tersebut. Khususnya pada ruas jalan di kawasan perkotaan.

“Sebagian dibuatkan marka jalan. Termasuk masih menghitung anggaran untuk marka jalan. Mudah-mudahan awal bulan bisa dikerjakan, khususnya di wilayah perkotaan,” katanya.

*******

( nz, jdh ).