Banyak Pertokoan Garut Tutup Namun Pintunya Terbuka

0
13 views
Banyak Pertokoan Tutup, Namun Pintunya 'Melenge'.
Kamis (14/05-2020).

“Perpanjangan Belajar Mandiri” 

Garut News ( Kamis, 14/05 – 2020 ).

Bersamaan Penerapan PSBB dan perpanjangan belajar mandiri juga perpanjangan kedinasan ASN dari rumah masing–masing, masih banyak pertokoan di Garut meski tutup namun pintunya ‘melenge’ (terbuka), sehingga kerap menuai kerumunan bahkan berdesakannya konsumen konsumtif.

Padahal perkembangan hingga Kamis (14/05-2020) Pukul 17.00 WIB, menembus 3.352 kasus Covid-19 terdiri OTG, ODP, PDP maupun KC di Kabupaten Garut, pasien positifnya 11 kasus (tujuh dalam perawatan di rumah sakit, satu isolasi mandiri, dua sembuh, dan satu kasus meninggal dunia. Dengan total yang meninggal 29 orang.

Bisa Berpotensi Penularan Wabah.

Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat, H. Muksin, S.Sos, M.Si katakan ‘Orang Dalam Pemantauan’ (ODP) mencapai 2.539 kasus.

Mereka itu 114 kasus masih pemantauan, empat dalam perawatan, dan 2.421 selesai pemantauan, 13 di antaranya meninggal. Sedangkan ‘Pasien Dalam Pengawasan’ (PDP) 58 kasus (lima dalam perawatan dan 53 kasus selesai pengawasan, 15 di antaranya meninggal).

H. Muksin, S.Sos, M.Si.

Kemudian 744 ‘Orang Tanpa Gejala’ (OTG) meliputi 321 masih dalam tahap observasi, dan 432 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian, ungkapnya.

Muksin juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mengemukakan, ada tiga orang ditemukan reaktif saat Dinkes menggelar rapid test di pusat perbelanjaan, mereka asal Kecamatan Bayongbong, Tarogong Kidul, dan Kecamatan Samarang.

“Langsung diinstruksikan isolasi mandiri, dan akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah terpapar virus corona atau tidak,” katanya.

Diselenggarakan Rapid Test Secara Masif di Perkotaan.

Penambahan kasus tujuh ODP berasal dari Kecamatan Sukawening dua orang, Cibalong satu orang, Tarogong Kaler satu orang, Cilawu satu orang, Cibiuk satu orang, dan Kecamatan Tarogong Kidul satu orang. Selanjutnya terhadap yang hasil ujinya reaktif, Dinkes bakal melakukan penanganan lebih lanjut sesuai protokol kesehatan.

Dia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, patuhi anjuran pemerintah physical distancing dan anjuran kesehatan lainnya.

Berlangsung Kondusif.

Sebelumnya Gugus Tugas melakukan rapid test secara bergerak dari satu tempat ke tempat lain guna mendeteksi dan berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami rapid test pada lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan, lantaran bisa berpotensi terjadinya penyebaran covid 19,” ungkapnya.

Diagendakan kegiatan serupa dilakukan kepada warga hinggal 19 Mei 2020. Tak hanya fokus pada yang terdata PDP atau orang yang kontak erat pasien konfirmasi positif, melainkan juga kepada petugas medis di semua wilayah Garut.

“Perpanjangan Belajar Mandiri” 

Bupati Garut.

Pemkab Garut kembali memerpanjang kegiatan belajar mandiri dan pelaksanaan kedinasan “Aparatur Sipil Negara” (ASN) guna mencermati situasi berkembang terkait penyebaran Covid-19.

Perpanjangan belajar mandiri dari rumah ini berdasar Surat Edaran Bupati Garut Nomor 443.1/6837/Kesra tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dan Sistem Kerja ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Bupati H. Rudy Gunawan katakan, Pemkab memerpanjang kegiatan belajar mandiri di rumah bagi sekolah PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTS, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) hingga 29 Mei 2020.

“Pembelajaran bisa dilakukan dengan pelbagai fasilitas sumber pembelajaran, antara lain pembelajaran model daring, pemberian tugas pekerjaan rumah atau bentuk lainnya, bertujuan memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik,” imbuh Bupati.

Dia mengingatkan selama masa belajar mandiri di rumah, peserta didik diarahkan tak keluar dari wilayah tempat tinggalnya (Wisata) atau kegiatan lain tak selaras dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

“Selalu berolahraga dalam rangka melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), makan makanan bergizi, sayuran, buah–buahan dan istirahat cukup,” imbuhnya pula.

Perpanjangan pelaksanaan kedinasan dari rumah masing–masing (Flexible Working Arrangement/FWA) juga hingga 29 Mei 2020.

”Para pegawai bisa melaporkan tugasnya melalui Media Informasi dan Komunikasi atau media elektronik lainnya,” katanya.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here