Banyak Pengungsi Enggan Direlokasi Ke Rumah Susun

0
35 views
Merenung, Jenuh.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 22/10 – 2016 ).

Merenung, Jenuh.
Merenung, Jenuh.

– Kian banyak pendudu korban terdampak amuk Sungai Cimanuk kini berada pada sejumlah titik pengungsian mulai mengalami kejenuhan. Terutama dialami para kepala keluarga yang bekerja serabutan.

Lantaran belum jelasnya pemindahan lokasi tempat tinggal menjadikan mereka tak bisa menentukan pilihan pekerjaan. Sedangkan bekerja serabutan dengan nekat meninggalkan anggota keluarga di tempat pengungsian merupakan hal tak mungkin dilakukan saat ini.

Bahkan, hendak menata dan membangun kembali bekas rumah tinggal yang tergerus banjir juga tak mungkin. Selain terkendala modal, lokasinya juga dinyatakan pemerintah tak laik sebab rawan banjir.

Bhakti TNI Pasca Bencana.
Bhakti TNI Pasca Bencana.

“Kami sebenarnya jenuh, dan ingin segera pindah dari tempat pengungsian untuk menata lagi kehidupan kami secara normal. Kami biasa bekerja serabutan, atau memelihara ternak. Masalahnya sampai saat ini, belum jelas, kami mau dipindahkan ke mana ? Kami tak mungkin bekerja apalagi tempatnya jauh sementara anak isteri di pengungsian,” ungkap Satam (40) warga Kampung Kikisik Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul yang kini tinggal di tempat pengungsian di gedung Islamic Center Garut Jalan Pramuka Garut Kota, , Jum’at (21/10-2016).

Sehingga dirinya bersama warga lainnya kini hanya bisa menghabiskan waktu di tempat pengungsian sambil berharap segera ada kepastian relokasi. Sewaktu-waktu mengantarkan anak berangkat ke sekolah, dan melihat mereka bermain di halaman tempat pengungsian.

Pengungsi.
Pengungsi.

Dengan alasan menyangkut pekerjaan yang biasa ditekuninya itu pula, Satam dan warga lainnya menegaskan menolak dipindahkan ke rumah susun yang disebut-sebut segera dibangun Pemkab Garut untuk merelokasi warga korban terdampak banjir bandang Cimanuk.

“Semua warga Kikisik biasa kerja serabutan, atau ternak. Kalau kami mesti tinggal di rumah susun, jelas kami takkan bisa lagi melakukan pekerjaan kami. Maka, jika dipindahkan ke rumah susun, kami menolaknya,” kata warga lainnya Kus.

Di Kampung Kikisik terdapat 47 kepala keluarga korban terdampak banjir kini mengungsi di gedung Islamic Center. Mereka bergabung dengan pengungsi lainnya dari daerah Paminggir, Leuwidaun Jayawaras,dan Pakuwon.

“Setahu saya, bukan hanya kami, warga lainnya juga banyak yang menolak kalau dipindahkan ke rumah susun. Kami hanya ingin kepastian tempat tinggal, namun bukan rumah susun. Ukuran dua tumbak juga sudah cukup. Kami baru akan bisa menentukan langkah kami lakukan untuk pekerjaan kalau ada kepastian tempat tinggal,” tegasnya.

********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here