Banyak Penduduk Kabupaten Garut Masih Berperilaku BABS

0
27 views
Kondisi Sanitasi dan Sumber Air MCK di Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Sangat Memprihatinkan.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 19/08 – 2016 ).

Kondisi Sanitasi dan Sumber Air MCK di Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Sangat Memprihatinkan.
Kondisi Sanitasi dan Sumber Air MCK di Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Sangat Memprihatinkan.

– Intensitas kesadaran penduduk Kabupaten Garut pada pemeliharaan diri beserta lingkungannya, dengan tak “buang air besar sembarangan” (BABS) atawa “Open Defecation Free” (ODF) masih memprihatinkan. “Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah” (IPAL) komunal menjadi salah satu kendala.

Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Garut Satria Budi katakan, kudu terdapat peran serta masyarakat dalam pembangunan IPAL Komunal. Terutama dalam hal penyediaan lahan minimal memerlukan seluas 100 m2.

Sumber Air Utama MCK Penduduk. Miris, dan Sangat Memilukan.
Sumber Air Utama MCK Penduduk. Miris, dan Sangat Memilukan.

“Selain bangunan septic tank, juga sekaligus fasilitas MCK (mandi cuci kakus). Sehingga di daerah tersebut juga mesti tersedia jaringan (sumber) air,” katanya, Jum’at (19/08-2016).

Dikatakan, pembangunan IPAL Komunal diprioritaskan di kawasan padat permukiman. IPAL skala medium itu nantinya bisa mencakup sekitar 50 kepala keluarga (KK) atau setara 250 jiwa.

“IPAL Komunal tersebut, selain murah, perawatannya juga mudah. Dengan pengolahan biobakteri maka diharapkan bisa menghilangkan bakteri e-coli terdapat pada limbah biologis atau kotoran selama ini menjadi pencemar sungai di Garut,” ungkapnya.

Dikemukakan, pada 2015 dibangun sedikitnya delapan unit IPAL Komunal skala medium bersumberkan dana APBN sekitar Rp200 juta-Rp300 juta per unit. IPAL itu tersebar pada Kelurahan Kota Kulon, Kota Wetan, dan Sukamentri Kecamatan Garut Kota; Desa Sukaratu Banyuresmi; Desa Sirnajaya Cisurupan; Desa Tanjungsari Karangpawitan; Desa Wanamekar Wanaraja; serta Desa Margalaksana Cilawu.

Air Buangan MCK Mengalir dan Dimanfaatkan MCK Lainnya.
Air Buangan MCK Mengalir dan Dimanfaatkan MCK Lainnya.

Sedangkan tahun ini bakal dibangun tujuh unit IPAL Komunal bersumberkan dari APBD Jabar sekitar Rp400 juta per unit. Tersebar di Desa Sirnajaya Pasirwangi; Desa Kersamanah, dan Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah; Desa Sindangsari Leuwigoong; Desa Cimaragas Pangatikan; Desa Sukaratu Sucinaraja; serta Desa Citangtu Pangatikan.

Dijelaskannya, kendati tingkat kesadaran masyarakat masih rendah namun kini mulai mengalami peningkatan.

Hal senada dikatakan Kadinkes kabupaten setempat Tenni Sewara Rifai. Disebutkan, kesadaran warga Garut tidak BABS masih memprihatinkan meski mulai menunjukkan peningkatan.

Dari 442 desa/kelurahan di 42 kecamatan, hingga kini baru 83 desa dan dua kelurahan dinyatakan terbebas dari perilaku BABS. Sebelumnya pada 2014, desa bebas BABS baru 14 desa, dan pada 2015 meningkat menjadi 30 desa.

Dia katakan, berperilaku BABS berpeluang mendatangkan serangan pelbagai jenis penyakit, terutama diare. Lantaran, dari satu gram tinja terkandung 10 juta virus dan satu juta bakteri, termasuk jamur, serta cacing bisa mengganggu kesehatan manusia, kata dia.

*********

nz, jdh.