Banyak Penduduk Garut Kesulitan Penuhi Air Bersih

0
26 views
Memanfaatkan Air di Selokan.

Garut News ( Senin, 06/08 – 2018 ).

Memanfaatkan Air di Selokan.

Sejak sepekan terakhir, “Perusahaan Daerah Air Minum” (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut mendistribusikan bantuan air bersih untuk minum ke desa mengalami krisis air lantaran kemarau panjang. Di antaranya pada Kampung Tambakan Desa/Kecamatan Leuwigoong.

“Pengirimkan bantuan ke Leuwigoong 5.000 liter air dalam helatan Polres Garut peduli,” ungkap Penjabat Direktur, Hanan, Senin ( 06/08 – 2018 ).

Dikemukakan, permintaan bantuan air juga datang dari Desa Limbangan Tengah Balubur Limbangan. Namun pihaknya belum bisa memenuhinya sebab masih menunggu rekomendasi dari pihak BPBD Garut.

“Ada yang minta dari Desa Limbangan Tengah, kita arahkan ke mekanisme. Desa mengajukan permohonan ke Kecamatan, diteruskan Camat ke Bupati c.q. BPBD. PDAM kan operator, diperintah BPBD,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Doni Suryadi katakan, masyarakat mengalami krisis air bersih atau air minum bisa mengajukan permohonan bantuan air dari PDAM.

Namun permohonannya diajukan pihak Pemerintahan Desa ke Pemerintahan Kecamatan kemudian diteruskan ke Bupati Garut c.q. BPBD. Karena nantinya, pihak PDAM baru bisa mengirimkan bantuan air ke warga jika ada rekomendasi BPBD, katanya.

Krisis air bersih mengancam penduduk pada sejumlah daerah di Kabupaten Garut menyusul kian mengeringnya sumber air bersih akibat kemarau ekstrem sekarang. Terutama di wilayah utara Garut, seperti Kecamatan Balubur Limbangan, Selaawi, Leuwigoong, dan Kecamatan Cibatu.

Sejumlah sumur gali semakin mengalami penyusutan debit air. Sehingga warga menggantungkan pemenuhan kebutuhan air bersih, dan air minumnya pada sumur gali terpaksa melakukan penggalian lebih dalam lagi.

Mereka berharap ditemukan “urat sumber air” tambahan sehingga debit air sumur setidaknya bisa dipertahankan.

Sebagian penduduk juga terpaksa memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan mengambil air dari kali atau sungai berada di daerah mereka. Meski bersusah payah berjalan kaki bolak balik membawa barang keperluan rumah tangga, semisal pakaian kotor untuk dicuci, dan ember, atau jerigen pengangkut air.

Sebagian warga lainnya memenuhi kebutuhan air minum dengan membeli ke agen-agen isi ulang terdekat.

Kepala Pelaksana BPBD Dadi Djakaria mengatakan pula, ada desa mengajukan permohonan bantuan air bersih/air minum akibat mengalami krisis air.

Namun dia tak menjawab ketika ditanya desa mana saja mengajukan bantuan tersebut. Dia juga tak menyebutkan mengenai jumlah desa terancam krisis air maupun luasan lahan pertanian terancam kekeringan pada kemarau sekarang ini.

********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here