Banyak Penduduk Garut Buta Hurup Terjerat Hukum

Garut News ( Selasa, 25/03 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

BKSDA Seksi Konservasi Wilayah V Garut, menjaring 27 penduduk Kampung Pelag Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi.

Mereka diduga terlibat aksi perambahan lahan konservasi pada kawasan hutan Gunung Papandayan, pada sebuah operasi belum lama ini.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BKSDA Garut, Teguh Setiawan tegaskan, lahan digarap penduduk itu, kawasan konservasi.

Sehingga dilarang digarap, apalagi dijadikan lokasi budidaya tanaman sayuran, dan sejenisnya.

Meski begitu, pihaknya masih memberikan keringanan mengelola komoditas tanaman telanjur ditanam hingga tiba masa panen.

Selepas itu, BKSDA menyatakan bertindak tegas, katanya.

“Lahan konservasi itu, sama sekali tak boleh digarap. Namun demi sisi kemanusiaan, kita menerima permintaan Kepala Desa, dan BPD setempat agar warga masih bisa dibolehkkan menikmati panen pada lahan konservasi terlanjur digarap itu,” kata Teguh, Senin (24/03-2014).

Dikemukakan, lahan konservasi dirambah penduduk Kampung Pelag mencapai sekitar 3,5 hektare.

Kepala Desa Sukalilah, Asep Haris katakan, lahan konservasi kawasan hutan Gunung Papandayan digarap warganya kini ditanami jenis sayuran.

Meski itu salah, dia berharap BKSDA tak serta merta melakukan penertiban dengan tindakan tegas secara hukum.

Lantaran, katanya, sebagian besar warga tak tahu aturan tersebut, apalagi kebanyakan masih buta huruf.

“Kami berharap ada kebijakan BKSDA. Setidaknya masih boleh menggarap tanaman sampai panen. Kalau setelah itu, ya silakan lakukan penertiban secara hukum,” ungkap Asep.

Ungkapan senada dikatakan anggota Lembaga Pemerintahan Desa (LPM) Sukalilah, Buldan.

Kata dia, pada 2010 jumlah penduduk buta huruf di Kampung Pelag mencapai 210.

Mereka masih berusia produktif, berkisar 15-40 tahun.

“Alhamdulillah, sekarang hanya tinggal lima persen masih buta huruf. Lainnya mulai melek baca, setelah ada bantuan penanganan konseling dari sejumlah lembaga,” ujarnya.

Karena itu, Buldan berharap Pemkab Garut bisa lebih memberikan perhatian terhadap kondisi warganya agar tak menjadi korban kebodohan dari pihak tak bertanggung jawab, imbuhnya.

*****

Noel, JDH.

Related posts