Banyak Pendakian Meski Kawasan Gunungapi Rawan Kebakaran

0
48 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 18/10 – 2015 ).

aa28Meski Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam melalui Seksi Konservasi Wilayah V Garut melarang ragam aktivitas pendakian ke kawasan pegunungan Papandayan dan Guntur, namun kegiatan pendakian masih terus berlangsung.

Sehingga “ibarat anjing menggonggong – kafilah terus berlalu”.

Padahal peristiwa kebakaran selama ini kerap terjadi, tetapi tak menyurutkan para pecinta alam mendaki menikmati panorama alam setempat. Seperti terlihat di kawasan kaki Gunungapi Guntur pada Blok Citiis sejak dua hari terakhir.

Sekalipun hingga Ahad (18/10-2015) petang, kondisi seputar puncak Gunungapi Guntur masih diselimuti kepulan asap kebakaran, ternyata aktivitas pendakian tepatnya pada obyek wisata Curug Tiis, terus merebak.

aa29Di Pos Pemberangkatan Kampung Citiis Desa Pasawahan Tarogong Kidul juga tampak puluhan pengunjung berkumpul. Mereka sebagian besar baru saja turun gunung hendak kembali pulang. Sebagian lagi menunggu rekannya belum turun.

Penduduk setempat katakan, terdapat sekitar 400 pengunjung melakukan pendakian ke Curug Tiis sejak tiga hari ini. Sedangkan terjadinya kebakaran hutan tak memengaruhi antusiasme mereka lantaran lokasi kebakaran terbilang masih cukup aman dari areal pendakian, atawa obyek wisata Curug Tiis.

“Memang sempat dilarang pendakian sebab kebakaran. Tetapi sekarang ini pengunjung ramai lagi. Setiap pekan rata-rata sekitar 500 bahkan bisa seribu pengunjung,” ungkap tokoh masyarakat setempat Riki Muhammad Sidik.

Keberadaan para pendaki tersebut, menjadikan BPBD kabupaten setempat, BBKSDA Seksi Wilayah V, Perum Perhutani KPH Garut, dan aparat siaga terkait kondisi gunung rawan kebakaran.

“Kami terus koordinasi, termasuk antisipasi terhadap keselamatan para pendaki, serta meluasnya kebakaran ke arah permukiman penduduk,” kata Kepala Pelaksana BPBD, Dadi Djakaria.

Dikatakan, kebakaran melanda Gunungapi Guntur terjadi sejak Jumat (16/10-2015) sekitar pukul 10.00 WIB di Blok Puncak Dua Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler seluas delapan hektare, dan Blok Pasir Ayakan Desa Sukaraja Banyuresmi seluas enam hektare.

Vegetasi terbakar antara lain jenis pinus, kaliandra, bambu, alang-alang, dan ragam tanaman perdu. Penyebab kebakaran diduga akibat kemarau panjang, ditambah angin kencang, katanya.

*******

Noel, Jdh.