Banyak Kebakaran Makin “Bingungkan” Petugas Piket Damkar

0
66 views

 

“Banyak suku cadang mobil unit pemadam kebakaran tak segera dipenuhi pengadaannya, bahkan terindikasi ada dualisme kepemimpinan UPTD Damkar dengan terlalu ikut campurnya salah satu Kepala Bidang”

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 08/08 – 2015 ).

Berkondisi Nyaris Menyerupai Kerakap Diatas Batu, Hidup Segan Matipun Tak Mau.
Berkondisi Nyaris Menyerupai Kerakap Diatas Batu, Hidup Segan Matipun Tak Mau.

Selama rentang waktu berkisar dua jam, menjelang Sabtu dini hari atawa Jum’at (07/08-2015) sekitar pukul 23. 15 WIB, sedikitnya sembilan rumah penduduk Perkampungan Taneuh Beureum RT 02/09 Desa Binakarya Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, diranggas kobaran api sehingga rata dengan tanah berikut seluruh isinya.

Dua rumah lainnya juga rusak ringan terimbas kobaran api.

Peristiwa tersebut, menjadikan sembilan kepala keluarga (KK) atau 40 penduduk kehilangan tempat tinggal. Terpaksa mereka  sementara  diungsikan ke rumah kerabat, dan tetangga terdekat.

Lima Unit Mobil Damkar Tak Bisa Maksimal Dioperasionalkan.
Lima Unit Mobil Damkar Tak Bisa Maksimal Dioperasionalkan.

Meski tak menelan korban jiwa, tetapi seorang warga, Aben(40), terpaksa pula dilarikan ke Puskesmas lantaran mengalami luka bakar ringan.

“Kerugian harta benda diperkirakan mencapai Rp600 juta. Selain bangunan rumah dan semua isinya, kita lihat juga ada satu unit sepeda motor hangus terbakar,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat, Dadi Zakaria, Sabtu (08/08-2015).

Dikemukakan, penyebabnya diperkirakan dari percikan arus pendek listrik. Diperkuat keterangan warga menyaksikan percikan api pertama kali muncul pada rumah Ma Uki kian terus membesar, dan menjalar ke bangunan rumah lainnya.

Kebutuhan Operasional dan Pengadaan Suku Cadang Sangat Kurang Diperhatikan.
Kebutuhan Operasional dan Pengadaan Suku Cadang Sangat Kurang Diperhatikan.

Banyak penduduk menyebutkan, aliran listrik PLN ke daerah Desa Binakarya dan sekitarnya sebenarnya berkondisi terputus sejak sekitar pukul 18.00 WIB. Namun ketika aliran listrik PLN menyala lagi mendadak-sontak pada jaringan listrik bagian atas bangunan rumah Ma Uki muncul percikan api langsung menyambar bangunan rumah.

Kondisi cuaca kering, dan bangunan rumah berbahan mudah terbakar menjadikan api seketika berkobar mengepung rumah Ma Uki.

Beruntung seluruh penghuni rumah bisa meloloskan diri dari kepungan kobaran api, meski mereka tak sempat menyelamatkan satu pun barang miliknya di rumah. Termasuk perabotan, benda berharga, serta pakaian.

Upaya pemadaman sulit dilakukan warga sebab tak terdapat sumber air di kampung tersebut. Sebuah selokan juga berkondisi kekeringan. Sehingga penduduk hanya mengandalkan air kolam lele sudah surut berperalatan seadanya guna mengendalikan, dan memadamkan api.

Upaya wargapun tak membuahkan hasil. Sedangkan kobaran api justru terus menjalar pada bangunan-bangunan lain umumnya rumah panggung, dan semi permanen. Diperparah letak bangunan rumah tersebut berdempetan berlingkungan pemukiman padat penduduk.

Sebanyak tujuh unit rumah akhirnya ludes terbakar rata dengan tanah berikut segenap isinya. Sedangkan dua unit rumah lainnya hanya mengalami rusak ringan akibat terkena jilatan api.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB, setelah datang satu unit mobil “pemadam kebakaran”(Damkar) membantu warga melakukan evakuasi korban, dan upaya pemadaman.

“Memang ada satu orang terluka bakar ringan. Mungkin dia panik, dan sibuk menyelamatkan penghuni rumah. Sehingga tak terasa dirinya terluka terkena api. Dia kita bawa ke Puskesmas diobati,” kata Camat Banyuresmi Achmad Mawardi, menambahkan.

Dikatakan, BPBD mengirimkan bantuan tanggap darurat berupa sembako, dan beberapa potong pakaian laik pakai.

Sejumlah warga dari tetangga kampung bahkan tetangga desa pun berdatangan mengulurkan bantuan. Bahkan masyarakat membangun Posko Darurat para korban dampak kebakaran itu.

Meski demikian, ungkap Achmad, tak kalah mendesak dibutuhkan kini bantuan pakaian, sepatu, dan peralatan sekolah korban pelajar SD, SMP, dan SMA.

Di antara 40 penduduk kehilangan tempat tinggal itu, terdapat tiga murid SD, dua siswa SMP, serta dua pelajar SMA. Mereka kehilangan ragam keperluan sekolah, antara lain sepatu, seragam sekolah, buku, dan peralatan sekolah lainnya.

“Korban musibah ini, kehilangan seluruh miliknya. Mereka tak sempat menyelamatkan barang lantaran kobaran api sangat cepat membesar. Juga terdapat seorang bayi, dan seorang ibu hamil sangat mendesak mendapat perhatian khusus,” katanya.

Petugas piket UPTD Pemadam Kebakaran pada Distarkim Garut, Sabtu (08/08-2015), katakan sangat kebingungan banyaknya peristiwa kebakaran pada kondisi kemarau panjang tersebut.

Sebab ketersediaan mobilitas lima mobil unit pemadam kebakaran beserta ragam sarana-prasarana penunjangnya juga sangat tak memadai, sehingga tak bisa maksimal beroperasional.

“Banyak suku cadang mobil unit pemadam kebakaran tak segera dipenuhi pengadaannya, bahkan terindikasi ada dualisme kepemimpinan UPTD Damkar dengan terlalu ikut campurnya salah satu Kepala Bidang” katanya.

*******

Noel, Jdh.