Banyak Kalangan Pedagang Cibatu Kini Menjadi “Lega”

0
196 views

Garut News ( Ahad, 10/05 – 2015 ).

Sekda Iman Alirahman. (Foto: John Doddy Hidayat).
Sekda Iman Alirahman. (Foto: John Doddy Hidayat).

Banyak kalangan pedagang di Pasar Cibatu nyaris selama sepuluh tahun menempati lokasi pasar darurat lantaran diranggas peristiwa kebakaran 2005 lalu, kini kembali menjadi “lega”.

Sebab proses pembangunan permanen Pasar Cibatu yang baru, di Kampung Parakan Telu Desa Cibunar dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan representatif bahkan sekarang rampung dan bisa mulai mereka tempati berdagang.

Menyusul sebelumnya para pedagang terpaksa menempati lokasi penampungan sementara pada sepanjang jalan depan lahan bekas Pasar Cibatu lama, serta Terminal Cibatu di Desa Keresek selama bertahun-tahun.

Sedangkan rencana relokasi dan pembangunan Pasar Cibatu dari lokasi lama ke lokasi baru pasca kebakaran tersebut, sempat tak juga terdapat kepastian, kemudian akhirnya PT TMP mengambil alih pembangunan pasar ini hingga tuntas.

Ilustrasi Inilah Becek, Kumuh dan Kusamnya Kondisi Pasar Induk Ciawitali Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi Inilah Kini Semakin Becek, Kumuh dan Kusamnya Kondisi Pasar Induk Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).

Dalam pada itu, sebagian lahan pasar darurat milik Pemkab Garut dan sebagian lain aset PT “Kereta Api Indonesia” (KAI).

“Alhamdulillah kini bangunan pasar baru bisa segera ditempati para pedagang,” ungkap Sekda Kabupaten Garut juga Ketua Tim Kerjasama Daerah kabupaten setempat, Iman Alirahman, Ahad (11/05-2015).

Menurut dia, setelah relokasi pedagang, kawasan bekas pasar darurat ditata dan dibangun kawasan taman kota. Sehingga kawasan tersebut tak boleh digunakan tempat berjualan. Sesuai “Rencana Umum Tata Ruang” (RUTR) Kecamatan Cibatu, katanya.

Perwakilan PTP, Heru Sulaksana katakan, semula peresmian Pasar Cibatu pada 27 April 2015. Namun karena sesuatu hal, makia disepakati pada 11 Mei 2015.

Menurutnya, Pasar Cibatu di Kampung Parakan Telu dibangun berpola perjanjian Bangun Guna Serah atawa “Build Operate and Transfer” (BOT).

Didanai penuh dan dikelola investor dalam jangka waktu tertentu. Dengan kios dan los 627 unit, bangunan baru pasar itu diklaim bisa menampung seluruh warga pedagang Pasar Cibatu lama dan pedagang sekitarnya.

Pengelolaan pasar pun dilakukan bermanajemen modern, katanya pula.

Dioperasikannya bangunan baru Pasar Cibatu juga disambut gembira kalangan pedagang. Mereka bahkan membongkar sukarela kios darurat selama ini ditempati. Seperti antara lain dikemukakan pedagang kain, Enan(40).

“Usaha kami kan di pasar. Jelas kami ingin meningkatkan kehidupan ekonomi di pasar sehat, aman, dan nyaman. Tak di tempat kumuh dan mengganggu ketertiban umum, seperti pasar darurat,” kata dia.

Ungkapan senada dikemukakan pedagang buah-buahan, Yati(40). Dikemukakan berdagang di tempat baru lebih baik merupakan dambaannya sejak dirinya kehilangan kios diranggas peristiwa kebakaran.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here