Cimanuk Garut Kian Dipadati Kembali Pemukiman Penduduk

0
177 views
Zona Bahaya yang Semestinya Bebas Pemukiman Penduduk.

Garut News ( Ahad, 29/10 – 2017 ).

Zona Bahaya, yang Semestinya Bebas Pemukiman Penduduk.

********* Hingga kini satu tahun lebih pascabencana banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, yang berlangsung pada 20 September 2016 silam. Ternyata nyaris sepanjang lintasan bantaran “Daerah Aliran Sungai” (DAS) nya masih pula dipadati pemukiman penduduk.

Kembali Menjadikan Pemukiman Kumuh Padat Penduduk.

********* Padahal tahun lalu sepanjang zona rawan bencana tersebut, sempat disapu terjangan air bah berketinggian lebih delapan meter.

Sehingga banyak rumah penduduk beserta seluruh isinya disapu bersih luapan banjir itu, menjadikan para penghuninya yang selamat dievakuasi pada “hunian sementara” (huntara) pengungsian.

Sebagian lain penduduk terdampak bencana ini mengungsi di rumah sanak-saudaranya masing-masing, juga terdapat yang mengontrak rumah di lokasi dinilai bebas banjir.

Rentan Banjir Bandang.

*********** Namun seiring berlalunya waktu, dan belum tuntasnya seluruh pembangunan rumah tapak termasuk rumah susun.

Semakin menjadikan korban terdampak prahara tersebut, kembali pada lokasi pemukimannya semula.

Bahkan kini mereka memaksakan diri bertahan hidup di sepanjang zona rawan bencana itu, dengan sebagian besar warganya berprofesi sebagai pekerja serabutan.

Langka Tanaman Keras Berfungsi Konservasi.

********** Sedangkan gencarnya pembangunan peninggian tanggul sepanjang ribuan meter oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk dan Cisanggarung.

Menurut konsultannya diestimasikan untuk bisa mengantisipasi luapan air hingga 50 tahun mendatang. 

Maka ketinggian tanggulnya pun enam meter, atau dua meter lebih rendah ketika puncak amuk sungai ini mencapai ketinggian delapan meter.

Ironis.

********* Penduduk yang sekarang kembali menghuni lokasi pemukimannya semula, juga sebagian besar menyadari potensi ancaman bahaya jika mendadak-sontak terjadi banjir bandang.

Namun mereka hendak mengungsi kemana lagi.

Kondisi sosial ekonomilah yang menjadikan bertahan.

Meski apabila hujan deras berlangsung di malam hari, sepanjang malam penduduk pun terpaksa bertahan tak tidur, terjaga semalam suntuk.

Kondisi Bibir Bantaran “Daerah Aliran Sungai”
(DAS).

************ Kondisi tersebut, juga diperparah masih belum sepenuhnya pulih dari traumatis peristiwa 20 September 2017, yang hingga kini pun belum sepenuhnya bisa memulihkan kondisi sosial perekonomian mereka.

Seluruh korban terdampak masih amat-sangat berharap, dapat segera direlokasikan pada hunian tetap.

Sekaligus segera mendapatkan pelatihan keterampilan, serta pasokan bantuan permodalan usaha produktif.

“Dana Hibah Masih Belum Terserap”

Masih Menjadi Sumber Kehidupan.

*********** Dari sekitar 1.303 kepala keluarga (KK) korban terdampak banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, pada 20 September 2016 silam, yang antara lain kian mendesak perlu segera direlokasi juga dipulihkan kembali kondisi sosial perekonomian mereka. Serta diperlukannya rehabilitasi maupun perbaikan inprastruktur jalan dan jembatan.

Namun sungguh ironis, sejak Juni 2017 hingga menjalang akhir Oktober 2017 bantuan dari pusat berupa dana hibah senilai Rp140,08 miliar bersumber BNPB/APBN 2017 ternyata masih diparkir di kas daerah/bjb kabupaten setempat.

Terpaksa Satu Keluarga (empat orang) Menempati Rumah Korban Bencana Berukuran 2 x 4 meter.

*************** Sedangkan pembangunan rumah tapak, serta rumah susun yang kini masih berjalan, diperkirakan pula masih ada kekurangan penyediaan sekitar 1.303 unit rumah.Padahal alokasi dana sebesar itu, dialokasikan pada sektor perumahan, inprastruktur jalan dan jembatan, serta sosial ekonomi para korban terdampak.

Meski dengan ragam alibi apa pun, tetapi lambannya kinerja penyerapan pemanfaatan dana hibah senilai Rp140,08 miliar ini, sangat berpotensi bisa memerpanjang penderitaan bahkan duka para korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk.

Mendesak Segera Dirahibilitasi.

********* Terlebih kini banyak pengungsi korban Cimanuk yang terpaksa kembali ke lokasi rawan bencana, atau kembali menempati rumahnya semula, mengontrak, serta numpang di rumah sanak-saudaranya.

Dengan kondisi sosial perekonomioan sebagian besar korban terdampak bencana, amat sangat memprihatinkan, sementara jika hingga Juni 2018 mendatang dana hibah itu tak terserap, terpaksa harus dikembalikan kepada kas negara.

 

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Pelbagai Sumber Resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here