Bangunan Klinik Kesehatan Jiwa Garut Dibiarkan Terlantar

0
30 views
Hingga kini 'idle' bahkan terkesan masih dibiarkan terlantar.
Kian Dikepung Semak Belukar Maupun Ilalang Liar.

“Telan pajak rokok/APBD 2018 Sekitar Rp3,534 Miliar”

Garut News ( Sabtu, 29/02 – 2020 ).

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (29/02-2020), memotret kondisi fisik bangunan Klinik Kesehatan Jiwa di kabupaten setempat, yang hingga kini ‘idle’ bahkan terkesan masih dibiarkan terlantar.

Sehingga sama sekali belum membuahkan manfaat, lantaran tidak dioperasionalkan. Padahal proses pembangunan fisiknya dijadwalkan tuntas 20 Desember 2018 silam pada  lokasi bekas areal gudang aspal Dinas PUPR di Desa Cimurah Karangpawitan.

Setiap Malam Gelap Gulita Bersuasanakan Mencekam.

Berluas bangunan 400 m2, diatas tanah yang diperlukan termasuk pengembangannya ke depan seluas 2.000 an m2, bersumber dana dari pajak rokok (APBD) 2018 bertotal nilai sekitar Rp3,534 miliar.

Termasuk pengadaan alat kesehatan bernilai Rp900 juta, serta pemenuhan kebutuhan meubelair Rp634 juta.

Struktur bangunannya di desain khusus, minimal memiliki sepuluh tempat tidur rawat inap, dan sarana penunjang lainnya, termasuk ketersediaan sarana klinik rawat jalan.

Terdapat Kecenderungan Tidak Diurus Maupun Tak Maksimal Dipelihara.

Semula diharapkan bisa mulai beroperasional penuh pada awal, maupun pertengahan 2019.

Lokasinya pun mudah dijangkau sekitar seratusan meter dari lintasan Jalan Karangpawitan–Wanaraja.

Diperoleh informasi, pengoperasionalnya di bawah naungan Poli Jiwa RSUD dr Slamet Garut, yang hingga kini konon katanya masih menunggu penerbitan izin operasional.

Kini kondisi gedung juga lingkungan sekitarnya antara lain mulai dikepung semak-belukar maupun ilalang liar.

Penduduk setempat termasuk Udan (40) kepada Garut News, Sabtu (29/02-2020), antara lain mengeluhkan belum dioperasionalkannya Klinik Kesehatan Jiwa ini, menjadikan suasana sekitarnya kerap mencekam terutama di malam hari.

Malahan acap didatangi kalangan remaja yang berpasang-pasangan maupun berlainan jenis, sehingga dikhawatirkan dijadikan lokasi mesum terutama juga pada malam hari berkondisi gelap gulita apalagi pada lokasi belakang gedung utama.

Sarana kesehatan jiwa itu, selama ini hanya dijaga dua petugas Satpam pada siang hari sejak Senin hingga Jum’at, kata Udan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here