Balada Pelanjut Profesi “Ortu”

by

“Masih Percaya Diri Bisa Tampil di Layar Kaca Televisi”.

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 21/02 – 2015 ).

Balada Kecapi Tua.
Balada Kecapi Tua.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (21/02-2015), menampilkan “Balada Pelanjut Profesi Ortu”.

Pak tua akrab disapa Aan ini, usianya 60 tahun.

Tetapi raut wajah, serta keriput kulitnya nyaris menyerupai sosok yang kini berusia diatas 70 tahun.

Keakhliannya memetik “kacapi” atawa piranti musik petik khas “Sunda” maupun Tatar Priangan.

Sambilan melantunkan lagu-lagu Sunda.

Bahkan keakhlian Aan, lelaki berkulit hitam legam, dan ayah sepuluh anak tersebut, diperoleh atau diturunkan dari orangtuanya (ortu), memetik kacapi sambil melantunkan beberapa nomor lagu Sunda.

Kacapi Baheula.
Kacapi Baheula.

Namun nasib Aan, penduduk Kampung Genteng Sukajaya Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, ini. Tak sekinclong ketenaran “Braga Stone” dulu, di Bandung.

Aan mengaku pemain kampung, yang setiap hari berjalan kaki menggelar konser tunggalnya menelusuri setiap pemukiman penduduk, serta komplek perumahan.

Dia juga mengaku pernah siaran langsung di Radio Penyiaran “Green Leaves” FM Panawuan.

Bahkan mengaku pula masih memiliki rasa percaya diri bisa tampil di layar kaca televisi, katanya.

Sangat Percaya Diri.
Sangat Percaya Diri.
Masih Berobsesi Bisa Tampil di Layar Kaca Televisi.
Masih Berobsesi Bisa Tampil di Layar Kaca Televisi.

Sedangkan kacapi yang setia menemaninya mencari nafkah, juga warisan dari ortu, yang bakal senantiasa dipelihara, dijaga serta dilestarikannya.

“Ini mah kacapi baheula den,” ungkap Aan seusai melantunkan beberapa nomor lagu Sunda.

Obsesinya yang belum dicapai, antara lain bisa tampil di layar kaca televisi, katanya pula.

 

*********