Balada Orang Moor, Ibnu Sina, dan Cahaya Ilmu Pengetahuan

0
7 views
Pertempuran dan perjumpaan antara orang Muslim (lazim disebut Moro) dengan pasukan Eropa pada perang Salib di Spanyol. (Foto: google.com)

Rabu 06 Mar 2019 05:01 WIB
Red: Muhammad Subarkah

Pertempuran dan perjumpaan antara orang Muslim (lazim disebut Moro) dengan pasukan Eropa pada perang Salib di Spanyol.
(Foto: google.com)

“Orang Moor (Muslim) dengan tokohnya Ibnu Sina adalah cahaya ilmu pengetahuan”

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

Pagi kemarin, Prof Abdul Hadi WM mengerimkan pesan melalui Facebook. Isinya sederhana tentang sebuah artitel tentang penemuan Manuskrip abad ke-15 mengungkapkan hubungan antara Gaelic Ireland dan dunia Muslim.

Tulisan karya Olivia Kelleher di laman breakingnews.ie terjemahannya sebagai berikut. Tulisan ini diberi judul ’15th-century manuscript reveals links between Gaelic Ireland and Muslim world’.

Begini tulisan itu:

‘Kembali ke rumah Cork Ireland’

Naskah vellum Irlandia abad ke-15 yang belum pernah ditemukan sebelumnya ditemukan. Isinya ternyata mengungkapkan hubungan antara Gaelic Ireland dan dunia Muslim. (Dalam Wikipedia dinyatakan, Gaelic Ireland (Irish: Éire Ghaelach) adalah tatanan sosial dan politik Gaelic, yang ada di Irlandia dari prasejarah hingga awal abad ke-17.

Profesor UCC Irlandia Modern, Pádraig Ó Macháin, menyatakan naskah itu terkait dengan koneksi ke pembelajaran (keilmuan) di Irlandia abad pertengahan.

Isinya buku itu unik. Yakni berisi sebuah buku pedoman manual mengenai administrasi lokal berukuran saku. Buku ini dicetak di London pada tahun 1534/1536. Semenjak terbit hingga kini tetap terjaga karena telah menjadi milik sebuah keluarga di Irlandia.

Bagi Profesor Ó Macháin buku ini punya ciri yang khusus. Hal ini adalah pada sisi ada pengikatan buku tersebut. Sedangkan buku ini merupakan yang ditemukan atau berasal dari Irlandia yang kemudian di bawa ke Inggris. Tampaknya, agar menjadi buku yang kokoh, isi manuskrip vellum Irlandia abad ke 15 ini manuskrip telah dipangkas dan dilipat agar menjadi ikatan buku yang kuat. ”

“Penggunaan perkamen dari manuskrip-manuskrip tua sebagai pengikat untuk buku-buku selanjutnya bukanlah tidak biasa dalam tradisi Eropa. Dan ini dilakukan pertama kali dilakukan yang kemudian memjadi tradisi dalam kontek Gaelic,” kata Pádraigk

Dan bila melihat dari foto-foto jenazah yang dipasok oleh pemiliknya, Profesor in Macháin pun berani menetapkan bahwa teks tua Irlandia itu adalah teks medis.

“Seperempat dari apa yang ada dalam naskah abad pertengahan akhir dalam bahasa Irlandia itu adalah konten medis,” kata medical Macháin seraya menyatakan indikasi dari tujuan praktis dari penulisan buku-buku di Irlandia saat itu.”

Kolega Prof Machin, Profesor Aoibheann Nic Dhonnchadha dari Institut Dublin mempunya cara pandang yang menarik soal manuskrip tua tersebut. Apalagi dia merupakan satu-satunya ahli yang masih hidup dalam soal seluk-beluk pengobatan di Irlandia pada era abad pertengahan.

Menurut dia, Ibn Sena (980-1037) memang dikenal di negeri Irlandia. Di negerinya Ibn Sena juga dikenal sebagai Avicenna (nama yang dikenal di Eropa). Nama dengan sebutan ‘Ibn Sena’ adalah bagian dari terjemahan ke dalam bahasa Irlandia. Sebutan nama ini memang sebelumnya pernah tidak tercatat di ‘Canon of Medicine’ yang dahulu ditulis oleh ilmuwan dan ulama kelahiran Persia ini.

‘Canon of Medicine’, sendiri sebuah terjemahan ke dalam bahasa Latin (dari mana teks Irlandia diterjemahkan), mencapai popularitas besar di Eropa. Pada titik ini, temuan teori kesehatan dari Ibnu Sina menjadi peletak dasar praktik kedokteran mutakhir di abad pertengahan. Dan asal-usulnya itu jelas merupakan kazanah ilmu pengetahuan dari dunia Muslim.

Dalam manuskrip tua di Irlandia itu, fragmen buku itu berisi beberapa bagian. Ini misalnya bagian bab pembuka tentang fisiologi rahang, hidung, dan punggung. Uniknya lagi soal pembahasan tulisan ini sebelum itu tidak dikenal di Irlandia. Dan untuk tahu akan seluk beluk ilmu kedokteran ini, maka Irlandia kala itu memberikan beasiswa medis. Rakyat di sana di dorong untuk mempelajari ilmu kesehatan agar setara dengan minat dan perhatian selayaknya cabang-cabang ilmu pengetahuan umum lainnya.

Bahkan, kala itu ada bukti para sarjana Irlandia pergi ke sekolah kedokteran Eropa. Dari sana mereka membawa pembelajaran mereka kembali ke sekolah kedokteran Irlandia. Dan di antaranya adalah membawa karya-karya kedokteran Ibu Sina yang menjadi kajian teks baku ilmu kedokteran pada waktu itu.

Dan terkait hal itu, sebuah seminar publik tentang ‘The Avicenna Fragment’ dan aspek kedokteran abad pertengahan Gaelic’ telah digelar di Irlandia.

Adanya tulisan tersebut menjadi jejak bukti bahwa berkat peradaban Islam, peradaban barat mengenal ilmu pengetahuan. Gerakan ‘enligment’ yang ada di benua biru adalah berpaling dan kembali mengenai budaya Yunani dan ilmu pengetahuan.

Cilakanya kala itu ‘cahaya’ ilmu pengetahuan ada di tangan peradaban muslim atau orang-orang yang mereka sebut sebagai orang yang tinggal di belahan Eropa bagian selatan (orang-orang Moro dan Moor). Orang Muslimlah yang menerjemahkan, mengembangkan, dan memperbarui ilmu pengetahuan tinggalan para pemikir Yunani.

Dalam soal ini, ingatan melayang pada materi kuliah menteri luar negeri legendaris, Prof DR Mukhtar Kusumaatmadja, ketika memberi kuliah soal hubungan internasional. Katanya, Islamlah yang menjadi jembatan peradaban barat dan Yunani. Mereka kenal kembali ilmu pengetahuan berkat tulisan dan temuan para cendikiawan Muslim.

Tapi pertanyaanya, bagaimana keadaan sekarang. Soal ini ada sajak mendiang filsuf dunia yang menjadi bapak negara Pakistan, M Iqbal. Puisi ini dikirim dari sobat yang ekspert menguliti soal penyelenggaraan pemilu, Harun Husain. Katanya, yang membuat barat unggul itu adalah karena ilmu pengetahuan dan budaya. Bukan pada sosok yang terlihat pada tampilan luarnya.

Pengetahuan tidak tergantung pada mode dan corak pakaian

Surban tidak merintangimu memperoleh pengetahuan

Rahasia kekuatan Barat bukan dalam nada suling dan gitarnya

Pun tidak dalam tari setengah telanjang gadis-gadisnya

Tidak pula karena persona kemolekan wanitanya

Pun bukan disebabkan buah dadanya dipamerkan dan rambut dipotong pendek

Kekuatan Barat bukan pula karena sekularisme

Kemajuannya tidak disebabkan menggunakan huruf Latin

Kekuatan Barat terletak pada ilmu pengetahuan dan seninya

Lampunya menyala terang oleh karena api ini

Pengetahuan tidak tergantung pada mode dan corak pakaian

Surban tidak merintangimu memperoleh pengetahuan

Nah, muniskrip tua dari Irlandia itu menjadi saksinya. betapa dulu tertinggal karena tak diterangi ilmu pengetahuan. Dia terpaksa belajar itu dari orang yang mereka sebut ‘pejoratif’ sebagai orang Moor. Akibatnya, selama ratusan tahun terjadi perang berdarah-darah, inkusisi, hingga pengusiran di Spanyol dan semenanjung Iberia hingga kawasan Balkan, bahkan sampai perbatasan Prancis. Mereka sebut orang Moor sebagai pengganas, kaum pagan, atau menyematkan sebutan keras pada kaum kafir.

Di sini, Allah jelas terbukti merupakan cahaya langit dan bumi. Cahaya itu adalah iman dan ilmu pengetahuan!

******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here