Bakso Kampungqu Berwakaf Ilmu di Ponpes Yadul ‘Ulya

0
34 views
Heri Kurniawan, Detail Sajikan Materi Teori.

“Bekal Kemandirian Kalangan Santri”

Garutnews ( Senin, 09/08 – 2021 ).

Bakso Kampungqu berwakaf ilmu berupa pemberian teori juga praktek langsung penerapan resep, dan pelatihan usaha kuliner kepada Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut berlangsung dua hari sejak, Senin (09/08-2021).  

“Rangkaian helatan tersebut, diharapkan bisa memberikan manfaat maksimal untuk umat,” imbuh Owner & Head Chef Bakso Kampungqu, Heri Kurniawan.

Kepada Garutnews dikatakan, ada sekitar 60 menu kuliner bernilai jual ekonomi tinggi di antaranya resep asli ayam kremes tradisional recipe by Chef Heri Jogya & Chef.

Upaya Penguatan Kemandirian Pesantren.

Juga disajikan menu Asli Indonesia, Timur Tengah, dan Western termasuk sate, ayam ungkep, juga lontong opor.

Ada pula penerapan menu nasi kebuli, kambing guling beracikan tradisional (kembali ke alam) untuk dijual oleh pengelola pesantren sebagai salahsatu bidang usaha kemandirian dari lembaga pendidikan keagamaan Islam.

Pemilik Yayasan Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut, Ust M. Angga Tirta sangat mengapresiasi positif pemberian wakaf ilmu tersebut, lantaran antara lain bisa dijadikan salahsatu keterampilan bagi kalangan santri.

Mempraktekan Langsung di Dapur Umum.

“Sekaligus juga sebagai upaya penguatan kemandirian pesantren,” imbuhnya pula.

Sehingga kelak, mereka bisa mandiri membuka usaha sendiri bahkan dapat menyerap tenaga kerja pada lingkungannya masing-masing asal kampung kelahirannya.

Keistimewaan Muharram

“Muharram dijadikan bulan pertama penanggalan Hijriyah karena memiliki banyak keistimewaan”

Berbahan Baku Lokal.

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Kini kaum Muslimin akan kembali melewati pergantian tahun baru Islam, yaitu dari tahun 1442 ke 1443 Hijriyah. Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriyah. Mengapa Muharram dijadikan sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah?

Hal ini karena bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan. Pertama, Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang pada bulan tersebut diharamkan berperang dan berbuat kezaliman.

“Sesungguhnya, bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah [9]: 36).

Diracik Apik dan Menarik.

Yang dimaksud empat bulan haram itu adalah Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab sebagaimana dalam sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Yang dimaksud dengan larangan menganiaya diri adalah janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

Kedua, Rasulullah menisbatkan Muharram dengan syahrullah (bulan Allah). Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram.” (HR Muslim).

Ketiga, puasa Asyura 10 Muharram. Berkaitan dengan hal ini, Nabi SAW bersabda, “Berpuasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dosa) tahun sebelumnya.” (HR Muslim).

Berhijrah ke Yang Lebih Baik.

Kemudian, diikuti dengan puasa sunah Tasu’a pada 9 Muharram, dalam sabda Nabi SAW, “Seandainya umurku sampai pada tahun yang akan datang, maka aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan.” (HR Muslim).

Keempat, tidak berbuat zalim di dalam bulan-bulan haram, salah satunya bulan Muharram. Segala bentuk perbuatan zalim diharamkan dilakukan di seluruh bulan, tapi di bulan-bulan haram lebih diharamkan dan lebih besar dosanya.

“Allah SWT menjadikan dosa yang dilakukan di bulan-bulan haram itu lebih besar dosanya, demikian pula amal saleh dan pahala lebih agung.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Perbuatan zalim ada tiga macam, yaitu kezaliman terbesar seperti syirik dan kufur; kezaliman seseorang terhadap dirinya; dan kezaliman seseorang terhadap orang lain.

Semoga Allah membimbing kita, kaum Muslimin, agar dapat menjaga kesucian bulan-bulan haram, termasuk bulan Muharram dan menunaikan amalan yang disunahkan sehingga meraih pahala yang dijanjikan. Amin.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here