Bakso Aci Machie Menghalau Wabah Dahsyat Corona

0
24 views
Halal Dikonsumsi.
Bersih juga Higienis.

“Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Kaya Manfaat Kesehatan”

Garut News ( Kamis, 18/06 – 2020 ).

Menikmati sajian ragam paket menu Bakso Aci Machie pada anjungan Pesta Baso Aci di lintasan Jalan Cimanuk Jayaraga Garut, bisa dijadikan salahsatu solusi menghalau wabah dahsyat coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Lantaran nuansa suasana juga nikmatnya kuliner tersebut, dapat menjadikan hati senang pengusir galau. Sehingga dengan kondisi itu dipastikan menjauhkan diri dari ‘stres’. Maka imunitas maupun kualitas daya tahan tubuh pun semakin prima.

Pilihan Banyak Menu Sehat.

Dengan intensitas kualitas imunitas itu, sebagai upaya mencegah penularan pandemi maut yang tak kasat mata ini, sekaligus menjauhnya predator dengan tetap konsisten menerapkan protokol medis.

Sajian apik juga menarik dari ragam paket menu Bakso Aci Machie, di antaranya paket sadis seharga Rp20 ribu, paket terkejut Rp17 ribu, dan paket santuy bernilai Rp13 ribu.

Dikemas Apik dan Menarik.

Sebagai salahsatu sektor kemandirian ekonomi pengelolaan Ponpes/Kuttab Digital Modern Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut, tersedia pula pemenuhan kebutuhan Sembako serta ragam komoditi jajanan dan minuman ringan.

“Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Kaya Manfaat Kesehatan”

Berikut, Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Kaya Manfaat Kesehatan. Rasulullah SAW meneladankan pola hidup sehat untuk umat manusia.

Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya.

Terdapat lima garis besar dalam gaya hidup halal ala Rasulullah SAW. Gaya hidup ini belakangan disebut sebagai halal life style.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin Makassar, Veni Hadju, membagikan tips bagaimana menjalani hidup sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Ya Allah SWT, Limpahkan Ilmu Bermanfaat, dan Rezeki yang Berkah.

Veni menyebutkan yang pertama, menjaga mental dan pola pikir. Caranya di antaranya ialah berbaik sangka pada Allah dan manusia, mengawali dan mengakhiri aktivitas dengan doa, menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki.

Kedua, memenuhi kesehatan spiritual melalui menjaga shalat, tadarus Alquran, mengerjakan amalan sunnah, dan infak.

“Ketiga itu pola makan dan minum diatur hanya konsumsi yang halal dan baik saja, jangan mengonsumsi yang membahayakan tubuh,” kata Veni dalam seminar virtual bertema New Normal and Global Halal Life Style yang diadakan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) pada Rabu (17/6).

Veni menjelaskan gaya hidup halal keempat yaitu menjaga pola tidur. Dalam ajaran Rasulullah SAW, Muslim diminta tak lagi beraktivitas atau tidur setelah menunaikan sholat Isya.

Ternyata dari hasil penelusuran Veni, ditemukan bahwa diantara pukul 10.00-02.00 terjadi pembentukan hormon utama yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hormon ini sulit terbentuk jika begadang atau tidur lebih dari pukul 10 malam.

Terakhir, Muslim patut menjaga kebersihan. Di antaranya mencukur bulu kemaluan dan ketiak, khitan, jaga kebersihan mulut dan gigi, motong kuku dan kalau bisa selalu dalam keadaan berwudhu.

Veni mengungkap bahwa gaya hidup halal ini sebenarnya ditiru non-Muslim. Hanya saja mereka menjalaninya sekadar untuk memenuhi tuntutan hidup sehat.

Tetapi bagi Muslim, halal life style tak hanya untuk dunia saja tapi untuk akhirat. Di dunia barat mereka untuk sehat dunia saja makanya konsumsi babi berkurang.

”Halal life style itu ikuti pola hidup Nabi Muhammad SAW terdiri dari pola pikir, spiritual, makan minum, kebersihan, pola tidur,” tutur Veni.

Kepada Garut News, Kepala Diskominfo Kabupaten Garut H. Muksin, S.Sos, M.Si antara lain katakan hingga kini berhasil disembuhkannya 15 dari 25 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 antara lain dengan ditingkatkannya sistrem kekebalan tubuh mereka.

“Diserukan pula, agar senantiasa menerapkan pola hidup yang bersih, dan sehat,” imbuh H. Muksin.

“Pemberian makanan bergizi, dan istirahat yang memadai,” ujarnya di Comand Center Garut, Kamis (18/06-2020).

Berdasar update data 2020-06-18, Pukul 18:56:40 WIB dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, menunjukan total kasus 4.602 orang. Positif 25, PDP 76, ODP 2.692, serta OTG mencapai 1.809 kasus.

*******

JDH,Sumber Republika.co.id/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here