Bakal Dibangun Dua Kanal Antisipasi Banjir Garut

by

Garut News ( Sabtu, 14/06 – 2014 ).

Ilustrasi. Jaringan Atawa Saluran Air Terkontaminasi Berat Limbah Penyamakan Kulit. (Foto : Hidayat).
Ilustrasi. Jaringan Atawa Saluran Air Terkontaminasi Berat Limbah Penyamakan Kulit. (Foto : Hidayat).

Pemkab Garut merencanakan pembangunan dua jaringan kanal, mengatasi banjir kerap menggenangi kawasan perkotaan.

Kedua kanal tersebut, total panjangnya 19,6 kilometer bisa menelan biaya mencapai Rp90 miliar.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan setempat, Uu Saepudin, Sabtu (14/06-2014), katakan berdasar topografi atawa kondisi geografisnya, Garut bukan kawasan banjir.

Seharusnya berkelandaian dan kemiringan permukaan tanah yang baik, air bisa mengalir cepat ke sungai sehingga tak terdapat daerah tergenang air.

Namun sejumlah anak sungai di perkotaan, semakin terimpit bangunan-bangunan liar.

Bahkan beberapa bangunan didirikan langsung di atas sungai.

Karena itu, infrastruktur penyalur air mengalami gangguan penyempitan cukup parah.

Menghadapi banjir, kata dia bakal dibangun dua jaringan kanal.

Pertama dibangun sebelah timur Sungai Cimanuk, menghubungkan kawasan kota Garut dengan Sungai Cikendi, Ciwalen, Cigulampeng, dan Cimaragas.

Pada bagian ini, upaya dilakukan lainnya rehabilitasi daerah aliran sungai.

Sedangkan, kanal bagian barat Cimanuk dibangun dari kawasan Samsat, Bojong Anggrek, Pataruman, Jalan Merdeka, Kerkhof, Terminal Guntur, Lapas Garut, dan Rancabango.

Kawasan ini, daerah terparah yang sering mengalami banjir.

Setiap kanal, selebar dua meter berketinggian 1,8 meter.

Kanal dibangun di pinggir jalan utama sehingga menghabiskan bahu jalan.

Sehingga, salah satu sisi selokan telah ada diperdalam kemudian ditutup atasnya untuk keamanan.

ÔÇťOrang bisa masuk dan berjalan tegak di dalam kanal. Dengan kanal cukup besar ini, semua air teralirkan langsung ke Sungai Cimanuk dan tak ada genangan atawa sumbatan lagi. Hal ini dibantu kemiringan tanah menuju akhir kanal,” katanya.

Kebutuhan dana Rp50 miliar membangun kanal timur Sungai Cimanuk.

Sedangkan, Rp40 miliar untuk pembangunan kanal barat.

Lantaran keterbatasan anggaran, dilakukan bertahap selama lima tahun, katanya pula.

********

FA, Hdy.