Bahu Jalan Aruji Dijadikan Mangkal Antrian Tronton

0
5 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 23/01 – 2016 ).

Awak Tronton Juga Bisa Sempatkan Jemur Celana Basah.
Awak Tronton Juga Bisa Sempatkan Jemur Celana Basah.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (23/01-2016). Garut News kembali memotret kondisi lintasan sepadan atawa bahu ruas Jalan Aruji Kartawinata Garut.

Selama ini kerap dijadikan antrian belasan unit jenis truk tronton mangkal, juga berisi muatan berkapasitas belasan ton setiap unitnya.

Sehingga nyaris sepanjang bahu jalan tersebut, menjadi kerap amblas atawa rusak hingga berkedalaman puluhan centimeter, bahkan kerap pula menyebabkan banjir luapan air memenuhi badan jalan lantaran drainase sekitarnya menjadi mampat.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten setempat Wahyudijaya katakan, selama ini pihaknya beberapa kali didesak beragam komponen kepentingan, agar segera menertibkan antrian truk tronton maupun kontainer mangkal tersebut.

Antrian Panjang Nyaris Menyerupai Kereta Api.
Antrian Panjang Nyaris Menyerupai Kereta Api.

Sehingga pernah bersama aparat penegak hukum bakal menertibkannya, tetapi hambatannya belum terdapat legal aspek penentuan status peruntukan beban gandar jalan, yang dituangkan pada Peraturan Daerah atawa Perda, katanya.

Kepada Garut News, juga dikemukakan Wahyudijaya, segera diperlukannya Perda mengatur peruntukan pada setiap seluruh ruas jalan, katanya pula.

Sedangkan persoalan klasik lainnya, nyaris pada setiap pinggiran hutan kota kerap pula dijadikan sarana mangkal kendaraan penumpang umum bis, lantaran tal dimilikinya full mobil itu.

Menanggulangi permasalahan ini, jajaran Dishub hanya sebatas menyampaikan himbauan sebab jika dengan tindakan refresif, bisa dilakukan jika terdapat dasar hukumnya, kata dia.

Pada lokasi mangkal bis pun diindikasikan kuat acap menjadi aktivitas esek-esek di malam hari.

Kondisi Ruang Terbuka Hijau Komplek Terminal Guntur, Garut.
Kondisi Ruang Terbuka Hijau Komplek Terminal Guntur, Garut.

Sedangkan mengenai pengelolaan terminal kelas B, masih tetap diselenggarakan jajaran Dishub kabupaten sambil menjajaki “MoU” dengan provinsi mengenai batasan kewenangan urusan.

Disusul mengenai penataan “ruang terbuka hijau” (RTH) di lingkungan terminal Guntur Garut, penanganannya secara lintas sektoral.

Sebab ruang terbuka hijau ini kewenangan Dinas Lingkungan Hidup, kemudian tata ruangnya merupakan ranah Distarkim, melalui jalinan koordinasi bagi habis tugas.

Meski sejauh ini bekas kios yang dibongkar paksa tersebut, sampai sekarang mengesankan malahan menambah kekumuhan lingkungan, menjadi semakin kusam.

********