Bagendit Tak Nyaman Lantaran Dipadati Para Pedagang

0
12 views
Situ Bagendit Saat mengering Diranggas Kemarau Panjang.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/07 – 2016 ).

Situ Bagendit Saat mengering Diranggas Kemarau Panjang.
Situ Bagendit Saat mengering Diranggas Kemarau Panjang.

Lama kunjungan kalangan wisatawan berdatangan ke Situ Bagendit dinilai belum maksimal. Meski ragam upaya dilakukan pengelola.

Di antaranya memerbaiki bangunan kios pedagang di pintu masuk, menyediakan fasilitas umum kamar kecil dan musala, memberdayakan komunitas kelompok penggerak pariwisata (kompepar), dan memersilakan pihak lain menggelar kegiatan pelbagai penambah daya tarik wisata.

Salah satu kendala terganggunya daya tarik pengunjung tersebut, keberadaan kios pedagang dinilai terlalu padat. Diperparah, kios-kios itu berbentuk semi permanen, serta berdiri persis di sepanjang tepi areal situ.

Sehingga dampaknya, kios ini menghalangi pengunjung menikmati keindahan panorama bentangan situ terkenal dengan legenda Ki Bagen dan Nyi Endit tersebut.

Para pedagang enggan menempati bangunan kios dibangun pengelola. Maka kios dibangun bersumber APBD itu pun terkesan mubazir.

“Sulit sekali menikmati keindahan Situ Bagendit dari tepi, sebab pemandangannya terhalang bangunan pedagang. Kecuali kalau kita naik rakit atau sewa sepeda air. Tetapi kan beda. Lagi pula tak setiap pengunjung datang hendak naik rakit,” ungkap Fitriyah (38), pengunjung asal Jakarta Barat, Rabu (27/07-2016).

Dia pun mengeluhkan sulitnya mencari lokasi cukup leluasa untuk tempat bermain anak-anak.

“Mestinya pemerintah serius menatanya. Termasuk keberadaan bangunan kios pedagang ini,” imbuhnya.

Salah seorang pedagang juga anggota kompepar Bagendit, Ujang Surahman (40) mengaku semrawutnya keberadaan kios pedagang. Namun dia berkilah hal itu terjadi karena ulah para pedagang luar daerah.

“Kita beberapa kali mengingatkan, kalau pun mau berdagang di sana maka tak perlu ada terpal atau tenda, dan kalau beres dagang, agar tempat dagangan dibereskan ke belakang. Namun banyak pedagang luar daerah tetap pasang terpal atau tenda,” kilahnya.

Ujang mengaku tak bisa memaksa pedagang lain karena tak ingin terjadi konflik antarpedagang maupun warga lain pelaku usaha di Situ Bagendit akibat persoalan tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Bagendit pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Heri Restu Heryanto katakan, sulitnya penataan areal wisata Situ Bagendit, termasuk keberadaan para pedagang. Namun dia memastikan pihaknya terus berupaya melakukan penataan, dan penertiban dengan melibatkan semua pihak.

Dikemukakan, jumlah lapak pedagang mencapai 60. Sedangkan rakit bambu 25 unit dengan jumlah pelaku usaha 60 orang, dan sepeda air 70 unit.

“Sedangkan pegawai kita hanya 16 orang, dan hanya tiga di antaranya PNS. Tetapi kita punya perencanaan terkait penataan. Termasuk keberadaan kios pedagang di tepi situ,” katanya.

*******

( nz, jdh ).