Bagendit Berikut Cangkuang Diakui Menjadi Aset Garut

0
16 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 13/01 – 2016 ).

Kondisi Bagendit Setiap Diranggas Kemarau Panjang.
Kondisi Bagendit Setiap Diranggas Kemarau Panjang.

– Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku, areal Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi dan Situ Cangkuang di Kecamatan Leles sudah berpindah tangan dari Pemprov Jawa Barat menjadi milik Pemkab Garut.

Dia juga menyatakan, pihaknya segera mengurus sertifikasi atas kedua kawasan selama ini dikenal objek wisata primadona di kabupaten setempat itu.

“Alhamdulillah saat ini Situ Bagendit dan Situ Cangkuang menjadi milik Garut, dan mau disertifikatkan,” katanya saat dengar pendapat dengan ratusan kepala desa tergabung Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Gedung DPRD, Rabu (13/01-2016).

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), Totong tak berkomentar banyak. Dia hanya katakan pihaknya menugaskan Bidang Aset menanyakan persoalan tersebut ke Pemprov Jawa Barat. Khususnya mengenai dokumen pendukung peralihan status aset Pemprov menjadi aset Pemkab Garut.

“Sekarang ini dari Bidang Aset ke Provinsi menanyakan dokumen pendukungnya,” kata Totong.

Cangkuang Ketika Berlangsung Kemarau Panjang.
Cangkuang Ketika Berlangsung Kemarau Panjang.

Pelimpahan aset Situ Cangkuang dan Situ Bagendit dari Pemprov ke Pemkab Garut itu ditengarai merupakan kompensasi atas diserahkannya aset berikut pengelolaan RSU Pameungpeuk dari Pemkab Garut kepada Pemprov.

Penyerahan RSU Pameungpeuk kepada Pemprov berlangsung melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Asisten Daerah III Provinsi Jawa Barat dengan Wakil Bupati Garut di Gedung Pendopo Garut pada 8 November 2015 lalu. Total nilai aset RSU Pameungpeuk mencapai sekitar Rp30 miliar.

Wabup Garut Helmi Budiman katakan, ada 14 titik aset Pemprov berada di wilayah Garut dimintakan menjadi aset Pemkab Garut terkait kompensasi penyerahan aset RSU Pameungpeuk. Termasuk di antaranya Situ Bagendit, Situ Cangkuang, dan bekas kantor Samsat di Jalan Terusan Merdeka.

Sebelumnya, Pemkab Garut beralasan tak bisa maksimal melakukan penataan, dan pengembangan pengelolaan Situ Bagendit dan Situ Cangkuang. Lantaran kawasan tersebut bukan milik Pemkab.

Kedua areal situ ini, kini memprihatinkan. Areal situ digenangi air hanya sekitar 25% dari total luasnya. Salah satunya akibat pendangkalan sangat parah. Lahan tanah pun banyak beralih fungsi menjadi areal pertanian warga.

Dampaknya, selain mengganggu eksotisme panorama situ, aktivitas wisata air pun tak bisa dilakukan maksimal.

********

(nz, jdh).