Bagaimana Cara Mengetahui Perbedaan Ukuran Supermoon dengan Purnama Biasa?

Garut News ( Ahad, 10/08 – 2014 ).

Bulan purnama terlihat di belakang bangunan hunian tertinggi di dunia, menara Princess di Dubai, Uni Emirat Arab, 23 Juni 2013. Bulan yang akan mencapai tahap penuh pada Minggu, 13.5 persen lebih dekat ke bumi dan dikenal sebagai fenomena supermoon. (AP PHOTO / KAMRAN JEBREILI).
Bulan purnama terlihat di belakang bangunan hunian tertinggi dunia, menara Princess Dubai, Uni Emirat Arab, 23 Juni 2013. Bulan mencapai tahap penuh pada Ahad, 13.5 persen lebih dekat ke bumi dan dikenal fenomena supermoon. (AP PHOTO / KAMRAN JEBREILI).

– Supermoon terjadi Ahad (10/08-2014) menjadi menarik lantaran ukuran Bulan tampak lebih besar dari biasanya.

Namun, daya tarik supermoon itu kerap tak bisa disaksikan.

Sebab, kenyataannya sulit menyadari perbedaan ukuran purnama.

Bagaimana agar ukuran supermoon cuma sedikit lebih besar dari purnama biasa itu bisa tampak?

Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, memberikan tips-nya.

“Masyarakat bisa memotretnya dengan latar depan obyek tertentu,” kata Thomas saat dihubungi Kompas.com hari ini.

Thomas mengungkapkan, obyek tersebut bisa berupa landmark kota.

“Misalnya kalau di Jakarta bisa memotret di depan Monas, kalau di Bandung bisa di Jembatan Pasopati, dan kalau di Yogyakarta bisa di Candi Prambanan,” jelasnya.

Hasil foto tersebut kemudian bisa dicetak atau dilihat di layar komputer serta dibandingkan dengan foto purnama biasa yang punya latar obyek yang sama.

“Obyek latar itu bisa membantu membandingkan ukuran. Ini cara paling sederhana,” kata Thomas.

Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai jarak terdekat dengan Bumi.

Dalam astronomi, fenomena supermoon dikenal dengan bulan perigee.

Supermoon terjadi Ahad malam adalah supermoon kedua tahun 2014.

Saat supermoon terjadi, Bulan berada pada jarak 357.000 kilometer, 27.000 kilometer lebih dekat dari biasanya.

Perbedaan ukuran antara supermoon dengan purnama biasa hanya 10 persen.

******

Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

Related posts