Aset Kejahatan Narkoba Rp49,4 Miliar Disita BNN

by

Jakarta, Garut News ( Kamis, 19/12 ).

Ilustrasi, Advokasi P4GN di Lingkungan Aparatur Desa Diselenggarakan Jajaran Seksi Pencegahan BNNK Garut, Kamis (19/12). Foto: John.
Ilustrasi, Advokasi P4GN di Lingkungan Aparatur Desa Diselenggarakan Jajaran Seksi Pencegahan BNNK Garut, Kamis (19/12). Foto: John.

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan “double gardant” dalam pemberantasan  jaringan sindikat narkoba.

Selain penanganan tindak pidana narkoba, sekaligus membongkar tindak pidana pencucian uang menjadikan mereka tak berdaya. 

Pada 2013 ini, jumlah aset berhasil disita BNN sebesar Rp49.466.401.122 berasal dari 14 Laporan Kasus Narkotika dengan 18 tersangka.

Ilustrasi, Advokasi Berthemakan "Aksi Global Mewujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Penyalahguna Narkoba" (Foto: John).
Ilustrasi, Advokasi Berthemakan “Aksi Global Mewujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Penyalahguna Narkoba” (Foto: John).

Aset disita meliputi uang tunai, uang rekening tabungan, tanah, rumah, apartemen, kendaraan bermotor (roda dua atawa empat), dan perhiasan.

Dari total keseluruhan jumlah aset senilai Rp43.211.466.122,- dinyatakan mendapatkan keputusan, sedangkan aset dalam proses senilai  Rp6.254.935.000,-.

Sedangkan, total aset disita sejak 2010 hingga Oktober 2013 senilai Rp110.889.263.601,- dari para sindikat Narkoba.

Keseluruhan aset ini disita dari perkara pencucian uang (money laundering) berasal tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Ilustrasi, Peserta Advokasi P4GN Antara Lain dari Kecamatan Limbangan, Leles, Kersamanah dan Kecamatan Selaawi. (Foto: John).
Ilustrasi, Peserta Advokasi P4GN Antara Lain dari Kecamatan Limbangan, Leles, Kersamanah dan Kecamatan Selaawi. (Foto: John).

Produk pengungkapan kasus dilakukan BNN, dengan total tersangka 59, dari 38 Laporan Kasus Narkotika (LKN).

BNN  menjerat dengan pasal berlapis terhadap para anggota sindikat narkoba, dengan Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Pencucian Uang.

Demikian ditegaskan Kepala BNN, DR Anang Iskandar usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Penanganan “Tindak Pidana Pencucian Uang” (TPPU) Narkotika Dalam Rangka Optimalisasi Penyitaan dan Perampasan  Aset, Rabu (18 /12).

Data PPATK menyebutkan, putusan pengadilan terkait TPPU menurut dugaan tindak pidana asal, hingga Januari 2013, kasus narkoba diungkap oleh BNN menempati ranking teratas dengan 27 kasus, mengalahkan kasus-kasus lain seperti korupsi (16 kasus), penipuan (14 kasus).

Ilustrasi, Masyarakat Antusias Peroleh Advokasi P4GN. (Foto: John).
Ilustrasi, Masyarakat Antusias Peroleh Advokasi P4GN. (Foto: John).

Salah satu kasus TPPU hasil tindak pidana narkotika paling menonjol di tahun ini, penyitaan aset atas nama tersangka Faisal.

Faisal ditangkap ditangkap petugas BNN pada Maret 2013, di Lobby Plaza Indonesia karena diduga kuat terlibat jaringan sindikat narkoba, dan mengelola hasil penjualan narkoba.

Total aset disita dari Faisal senilai Rp29.926.112.818,- berasal uang tunai, rekening, dan sejumlah barang.

Kasus Faisal disidang di PN Jakarta Pusat, dan mendapat keputusan hakim memiliki kekuatan hukum tetap dengan putusan hakim 10 tahun penjara, seluruh aset disita penyidik dinyatakan dirampas untuk negara.

Demikian dikemukakan Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Kamis (19/12).

***** John.