Arus Deras Cikandang Porakporandakan Jembatan Gantung

Garut News ( Rabu, 16/04 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Dampak luapan banjir Sungai Cikandang, selain menyeret 11 mahasiswa Undip dan STTG berarung jeram, juga meluluh lantakan atawa memporak-porandakan jembatan Gantung Cikandang.

Sehingga penduduk setempat bersama para pihak terkait bergotong royong melakukan perbaikan darurat.

Meski darurat, perbaikan dilakukan segera lantaran sangat vital bagi mobilitas lalu lintas kegiatan sehari-hari warga.

Terutama anak-anak pelajar, agar kegiatan sekolahnya tak terganggu.

Jembatan sepanjang 40 meter selebar 1,25 meter itu, menghubungkan Kampung Bokor dengan Kampung Porehek dan sekitarnya.

“Petugas kita di lapangan, jembatan diperbaiki bersama pihak lain, termasuk perkebunan swasta. Walaupun sederhana, tetapi setidaknya sementara waktu bisa digunakan kegiatan warga aktivitas sehari-hari,” ungkap Kepala Distarkim Garut Deni Suherlan, Selasa (15/04-2014).

Sedangkan, sepuluh dari 11 mahasiswa tergerus arus deras Sungai Cikandang berhasil selamat, dan bisa dievakuasi.

Seorang di antaranya meninggal dunia, Anggraeni Miftah(19), mahasiswi Undip asal Bekasi.

“Jenazah korban dibawa pihak keluarga ke Bekasi untuk dimakamkan di kampung halamannya, Selasa (15/04-2014) pagi. Semua korban selamat berhasil dievakuasi dan sempat dibawa ke STTG Garut,” kata Kepala Pelaksana BPBD, Dikdik Hendrajaya.

Dari sembilan korban selamat, tiga korban dievakuasi dari Sungai Cikandang secara dramatis, masing-masing Septian Dwi Cahyo, Ipay, dan Ainun.

Ketiganya terpisah, tersangkut di nusa atawa delta sungai, sehingga terjebak di antara aliran sungai Cikandang berkondisi gelap gulita.

Ainun terjebak sendirian di sebuah nusa.

Dua petugas penyelamat pun turun mendampinginya sambil menunggu dilakukan evakuasi.

Sedangkan korban lainnya, Septian dan Ipay terjebak di nusa lain, terpisah dari tempat Ainun.

Kendati berkondisi gelap dan di bawah ancaman arus deras sungai, ratusan penduduk juga turun membantu melakukan upaya penyelamatan.

Dengan menggunakan tambang dan ban, ketiga korban akhirnya berhasi dievakuasi ke tepi sungai.

Berikut nama-nama korban: Muhamad, Farid, Septian Dwi Cahyo, Dian Safitri, Fisar R, Wisnu, Gresi, Angkasa, Ainun, dan Anggraeni Miftah.

Seluruhnya mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).

Sedangkan Ipay, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG).

******

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment