Art Center dan SOR Ciateul Garut Terancam Mangkrak

0
14 views
Kaca Dinding Gedung Art Center Banyak yang Copot maupun Pecah.

Garut News ( Rabu, 28/12 – 2018 ).

Kaca Dinding Gedung Art Center Banyak yang Copot maupun Pecah.

Proses pembangunan juga pengelolaan gedung Art Center, dan  SOR Ciateul di Kabupaten Garut, kian menyerupai ‘Kerakap Di Atas Batu’ ( hidup segan tetapi mati pun tak mau ), lantaran mengesankan terancam menjadi ‘mangkrak’.

Padahal sebelumnya diagendakan bisa tuntas pembangunannya pada 15 Januari 2018, ternyata gedung Art Center tersebut kini mulai banyak kerusakan meski sama sekali belum dimanfaatkan.

Ruang Utama Art Center Belum Sepenuhnya Tuntas Diselesaikan.

Garut News pun tahun lalu memberitakan Kepala Dinas PUPR kabupaten setempat, Uu Saepudin yang menyatakan, sedikitnya masih terdapat empat kegiatan proyek masih belum bisa diselesaikan tepat waktu pada 22 Desember 2017.

Lantaran terganjal beberapa kendala di lapangan, di antaranya dialami pada Jalan Simpang Toblong dan jalan Linggamanik Kiarakohok, kemudian SOR Ciateul dan Art Center.

Kaca Jendela Ruangan Dalam Art Center pun Banyak Pecah Berserakan.

“Ya antara lain disebabkan tenaga kerja, kondusivitas di lapangan, dan kondisi cuaca tak mendukung,” katanya,  Kamis ( 22/12 – 2017 ) silam.

Dikemukakan, tinggal beberapa item bisa selesai dalam waktu dekat ini, sehingga pihaknya memberikan dua pilihan.

Genangan Air Hujan Kerap Penuhi Teras Lantai Dua Art Center.

“Seperti Art Center meski siap selesai akhir Desember, tetapi penagihan tak mungkin dilakukan 30 Desember. Berarti dilewat tahunkan pada 2018. Bagi mereka yang 30 Desember tak selesai, bisa diperpanjang 50 – 90 hari dengan ketentuan membuat pernyataan, denda maksimal, dan pernyataan sanggup membayar denda,” imbuh Uu Saepudin.

Sedangkan penyebab lain mengakibatkan terlambatnya pengerjaan, di antaranya yang diluar prediksi seperti gangguan alam, bencana, kendati bakal dikaji PPK, katanya.

Juga Kesankan Dibiarkan Terlantar.

Bupati Rudy Gunawan menyatakan, penyebab mangkraknya pengerjaan proyek itu, antara lain disebabkan faktor alam.

“Begini, proyek di selatan Jalan Linggamanik, dan Kiarakohok dan jembatannya sebetulnya sesuai target, saya akan meresmikan. Tetapi kemarin ada bencana, saya mengadakan penelitian ke sana. Saya ingin menjaga kualitasnya, maka diperpanjang 50 hari sesuai aturan,” kata dia.

Komplek SOR Ciateul Semakin Sarat Dipenuhi Semak Belukar.

Demikian pula Gor permainan Ciateul dan Art Center juga diperpanjang 50 hari. “Gor dan Art Center juga diperpanjang, akan selesai 15 Januari 2018,” kilah bupati.

“2.700 Kegiatan Bernilai Rp662 Miliar”

Juga Mengesankan Masih Diterlantarkan.

Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR Kabupaten Garut, Jujun Juansyah mengatakan ada sekitar 2.700 kegiatan bernilai Rp662 miliar, yang (22/12-2017) hampir 99 persen selesai pengerjaannya.

Antara lain bersumber dana Bantuan Provinsi (Banprov) 2017 senilai Rp173 miliar dengan 800 kegiatan, dan bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) Rp40 miliar dengan 20 kegiatan.

Sedangkan kegiatan lainnya bersumber APBD murni kabupaten setempat tahun anggaran 2017, ungkap Juansyah.

Pelataran SOR Ciateul Acap Dijadikan Arena Latihan slalom Mobil.

Didesak pertanyaan Garut News mengenai sangat rendahnya nilai satuan harga material pembangunan di kabupaten ini, Jujun antara lain katakan sesuai dengan standar “Upah Minimum Kabupaten” (UMK) setempat, katanya.

Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan Bidang Bina Program Dinas PUPR, Gun Gun Sukma Utama antara lain katakan pula dari 2.700 kegiatan tersebut, di antaranya terdapat empat kegiatan bernilai sekitar Rp6 miliar bersumber APBD murni Kabupaten Garut 2017.

Kondisi Kualitas Dinding Depan Art Center.

Hingga kini (22/12-2017), proses pengerjaannya 95 persen. Sisanya lima persen optimis bisa menuntaskan pekerjaan fisik beserta administrasi tepat waktu.

Sedangkan pada Bidang Sumber Daya Air mengerjakan 800 paket, yang kini seratus persen selesai, ungkap Kepala Bidang Syaiful Fallah.

“73 Ruang Kelas Rusak Diguncang Gempa”

Dari Garut pun dilaporkan terdapat 73 ruang kelas pada 68 Sekolah Dasar (SD) lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten, yang tersebar di 22 kecamatan mengalami kerusakan akibat diguncang gempa, pada 15 Desember 2017 silam.

Selain itu, juga ada 22 SMP Negeri maupun Swasta tersebar pada 12 wilayah kecamatan mengalami kerusakan lantaran diguncang gempa tersebut.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disdik Jatjat Darojat bersama PLT Sekretaris Yuda Iman Pribadi melalui Kepala Bidang SD Ade Manadin katakan, hasil pendataan di lapangan menunjukan 26 ruang kelas di 21 SD rusak berat (RB), lainnya pada 31 SD rusak sedang (RS), dan di 16 SD rusak ringan (RR).

Selain ruang kelas, kerusakan juga menimpa gedung perpustakaan di 3 SD, bangunan kantor di 3 SD, rumah dinas pada SDN Cipangramatan 3 Cikajang, bangunan MCK di 3 SD, dan pagar di 2 SD.

“Kerusakan bangunan SD umumnya pada bagian atap, plafon, dan dinding retak-retak serta terkelupas. Ada juga atap rusak parah, dan dinding ambruk. Seperti menimpa SDN Pangeureunan 4 Balubur Limbangan, SDN Ciudian 2 Singajaya, dan SDN Jatisari 3 Cisompet,” ungkap Ade, Jum’at (22/12-2017).

Dikatakan, berkaitan total nilai kerugian material akibat kerusakan bangunan SD terdampak gempa, pihaknya masih melakukan penghitungan.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Totong menyebutkan, hasil pendataan per 20 Desember 2017, di Garut terdapat 22 SMP negeri maupun swasta tersebar pada 12 kecamatan mengalami kerusakan sedang, dan ringan akibat gempa.

Kerusakan bervariasi. Antara lain dinding retak-retak, dan ambruk, genteng atap, dan plafon rusak, dan kaca ruangan pecah.

“Selain ruangan kelas, kerusakan juga meliputi ruang guru, ruang kepala sekolah, masjid, dan aula/gedung olahraga,” ungkapnya.

Sebanyak 17 SMP mengalami rusak sedang di 7 kecamatan, dan 5 SMP lainnya di 5 kecamatan. Total nilai kerugiannya masih dalam penghitungan, katanya.

*******

(Jay, NZ, JDH/ Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here